Luna Maya Lulusan Mana? Ini Jejak Pendidikan Istri Maxime Bouttier

Luna Maya Lulusan Mana? Ini Jejak Pendidikan Istri Maxime Bouttier

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 9 Mei 2025 - 20:02
share

Jenderal Agus Subiyanto menjabat sebagai Panglima TNI sejak November 2023. Waktu itu, ia dilantik untuk menggantikan Laksamana TNI Yudo Margono yang memasuki masa pensiun.

Baru-baru ini, nama Agus Subiyanto menjadi perhatian di tengah kisruh pembatalan mutasi tujuh Perwira Tinggi (Pati) TNI, termasuk putra Try Sutrisno, Letjen Kunto Arief Wibowo. Sebagian pihak melihat adanya kejanggalan atas revisi mutasi tersebut.

Awalnya, Panglima TNI menerbitkan Keputusan Nomor Kep/554/IV/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI dengan rincian 237 perwira TNI yang dimutasi, termasuk Kunto Arief Wibowo dari Pangkogabwilhan I menjadi Staf Khusus KSAD. Beberapa waktu berselang, muncul surat telegram Perubahan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554.a/IV/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia yang isinya menganulir mutasi sejumlah perwira.

Siapa Jenderal Agus Subiyanto?

Agus Subiyanto lahir pada 5 Agustus 1967 di Cimahi, Jawa Barat. Ayahnya bernama Dedi Unadi yang merupakan purnawirawan TNI.

Pada masa kecil, Agus awalnya menjalani hari-hari biasa sebagaimana anak lain. Namun, keceriaannya mulai hilang setelah sang ibu meninggalkan keluarga, lalu ayahnya membawa sosok perempuan lain ke rumah dan menjadi ibu tirinya.

Meski hidup dengan ayahnya, Agus tumbuh dengan lebih banyak mengandalkan dirinya sendiri. Ia juga tumbuh dalam lingkungan yang keras dan beberapa kali kabur dari rumah hingga terlibat perkelahian.

Kondisinya semakin terpuruk setelah ayahnya meninggal dunia. Pada akhirnya, ia tinggal bersama ibu tiri dan mengandalkan uang pensiunan sang ayah yang jumlahnya tak seberapa.

Suatu hari, Agus yang berboncengan dengan temannya tanpa mengenakan helm berjumpa petugas polisi militer di sebuah pertigaan. Mereka lalu dibawa ke Kantor Denpom dan masuk di sebuah ruangan kantor.

Tiba-tiba, tubuhnya dihantam sepatu berbahan kulit. Peristiwa tersebut seakan menjadi titik balik dari kehidupan Agus Subiyanto.

Sepakan yang diterima tubuhnya membangkitkan pesan almarhum ayahnya yang pernah mendorong untuk menjadi tentara. Kemudian, Agus memantapkan diri untuk mendaftar ke Sekolah Calon Bintara (Secaba) meski harus gagal di tangan panitia penentu akhir (pantukhir).

Tak mau berlarut-larut dengan kekecewaan, Agus bangkit. Suatu hari, ia mendengar kabar pendaftaran Akmil dibuka dan langsung mengikutinya.

Kali ini, usahanya berbuah hasil manis. Agus kemudian masuk Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1991.

Lulus dari Akmil, Agus di awal kariernya pernah menjadi Kasi Ops Sektor A di Timor Timur, Danyon 22 Grup 2 Kopassus hingga Kapen Kopassus. Setelah itu, ia beralih menjadi Dandim 0735/Surakarta pada 2009.

Seiring waktu, kariernya di militer semakin naik. Sempat dipercaya menjadi Waasops Kasdivif 2/Kostrad (2011–2014), Agus mendapat penugasan baru sebagai Asops Kasdam I/Bukit Barisan (2014–2015), Dosen Madya Seskoad (2015), Pamen Denma Mabesad (2015–2016) hingga Danrindam II/Sriwijaya (2016–2017).

Pada 2017, Agus dipindah ke Palu, Sulawesi Tengah untuk mengisi jabatan Danrem 132/Tadulako (2017–2018). Tak lama, ia ditarik ke Jakarta menjadi Pamen Denma Mabesad (2018–2019) hingga Wadanpussenif Kodiklatad (2019-2020).

Agus Subiyanto akhirnya pecah bintang satu saat ditunjuk menjadi Danrem 061/Surya Kencana (2020). Lalu, ia diangkat lagi menjadi Danpaspampres (2020-2021) yang membuatnya naik pangkat Mayor Jenderal (bintang 2).

Beberapa waktu menjadi perisai hidup Presiden Jokowi, Agus digeser menjadi Pangdam III/Siliwangi (2021-2022). Ia lalu menjabat sebagai Wakil KSAD periode 2022-2023 dengan pangkat Letnan Jenderal (bintang 3).

Kariernya semakin moncer saat ditunjuk sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Dudung Abdurachman pada Oktober 2023. Tak lama, Agus diusulkan menjadi calon Panglima TNI pengganti Laksamana Yudo Margono.

Agus kemudian dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/11/2023). Pelantikannya didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 102/TNI Tahun 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima Tentara Nasional Indonesia.

Demikian ulasan mengenai sosok Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI yang disorot karena membatalkan mutasi 7 Perwira Tinggi (Pati) TNI.

Topik Menarik