IFSC Climbing World Cup Bali 2025: Momentum Kebangkitan Panjat Tebing Indonesia

IFSC Climbing World Cup Bali 2025: Momentum Kebangkitan Panjat Tebing Indonesia

Olahraga | sindonews | Sabtu, 3 Mei 2025 - 11:26
share

Wakil Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Irjen Pol Herry Heryawan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Bali dan Pemerintah Provinsi Bali atas sambutan hangat serta dukungan luar biasa dalam persiapan IFSC Climbing World Cup Bali 2025. Dalam kesempatan ini, Herry yang juga menjabat sebagai Ketua Organizing Committee IFSC World Cup Bali 2025 menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan energi positif sejak tahap awal persiapan.

Bali menjadi tuan rumah IFSC Climbing World Cup pertama kalinya. Diharapkan, kejuaraan dunia panjat tebing ini membawa dampak besar bagi perkembangan olahraga panjat tebing di Indonesia.

Herry menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan event internasional yang sukses ini. "Tanpa kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait, acara sebesar ini tentu tidak akan bisa terlaksana dengan baik," ujar Herry dalam sambutannya pada pembukaan IFSC World Cup Bali 2025 di Peninsula Island, Jumat (2/5/2025).

Event ini menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya Indonesia, khususnya Bali, dipercaya menjadi tuan rumah ajang IFSC Climbing World Cup. Kejuaraan dunia panjat tebing ini tidak hanya menjadi ajang bagi atlet nasional untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi juga memiliki misi besar dalam mempromosikan pariwisata dan meningkatkan ekonomi lokal melalui sport tourism.

"Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga soal kebanggaan nasional. Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia, khususnya Bali, mampu menjadi tuan rumah yang hebat dan membanggakan," tambah Herry yang akrab disapa Herimen.

Herry meyakini bahwa kehadiran IFSC Climbing World Cup di Bali akan memberikan dampak positif yang luas, mulai dari eksposur internasional yang lebih besar bagi Indonesia hingga peluang investasi di sektor olahraga dan pariwisata. Kejuaraan ini juga akan memperkuat ekosistem olahraga prestasi di tanah air, dengan lebih banyak atlet yang mendapatkan pengalaman dan perhatian dari dunia internasional.

"Mari kita sukseskan IFSC Climbing World Cup Bali 2025 bersama-sama," ajak Herry, yang juga menjabat sebagai Kapolda Riau.

IFSC Climbing World Cup Bali 2025 digelar pada 2–4 Mei 2025 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, sebagai bagian dari rangkaian IFSC Climbing World Cup Series 2025. Kompetisi ini akan mempertemukan 221 atlet terbaik dari 32 negara, yang akan berlaga dalam dua nomor utama, yaitu Lead dan Speed.

Dengan kehadiran lebih dari 200 atlet papan atas dunia, kejuaraan ini diprediksi akan menjadi ajang yang menarik dan penuh persaingan sengit, sekaligus menjadi momentum penting dalam sejarah olahraga panjat tebing di Indonesia. Keberhasilan penyelenggaraan IFSC Climbing World Cup Bali 2025 diharapkan tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan olahraga dan pariwisata di Bali dan Indonesia secara keseluruhan.

Topik Menarik