Para Anggota Parlemen AS: Biarkan Ukraina Gunakan Senjata Amerika untuk Serang Wilayah Rusia!

Para Anggota Parlemen AS: Biarkan Ukraina Gunakan Senjata Amerika untuk Serang Wilayah Rusia!

Global | sindonews | Kamis, 23 Mei 2024 - 05:55
share

Para anggota Parlemen Amerika Serikat (AS) telah mengajukan permintaan kepada Menteri Pertahanan Lloyd Austin untuk mengizinkan Ukraina menyerang wilayah Rusia dengan senjata Amerika.

Mereka juga menyerukan peningkatan bantuan militer secara keseluruhan ke Kyiv.

Permintaan diajukan melalui surat, menyusul pertemuan antara anggota Parlemen AS dan sekelompok anggota Parlemen Ukraina yang mengunjungi Washington pekan lalu.

Mengutip laporan Russia Today, Kamis (23/5/2024), permintaan utama dari para penulis surat tersebut adalah “agar Austin mengizinkan penggunaan senjata yang disediakan AS untuk menyerang sasaran strategis di wilayah Rusia dalam keadaan tertentu.”

Baca Juga: Sejarawan AS Ramal Perang Dunia III Segera Terjadi Tanpa Ukraina

Pekan lalu, juru bicara Departemen Pertahanan AS Sabrina Singh menegaskan kembali pendirian Pentagon bahwa senjata Amerika hanya dapat dikerahkan untuk merebut kembali wilayah kedaulatan Ukraina, bukan untuk menargetkan wilayah Rusia.

Para anggota Parlemen, termasuk Ketua Komite Tetap Intelijen Parlemen, Mike Turner, anggota peringkat komite, Jim Himes, dan mantan presiden Majelis Parlemen NATO Gerry Connolly, berpendapat: “Rakyat Ukraina tidak mampu membela diri karena kebijakan pemerintahan [Presiden Joe Biden] saat ini.”

“Adalah penting bahwa para komandan Kyiv diberi kemampuan untuk melakukan berbagai operasi penuh yang diperlukan untuk merespons serangan Moskow,” bunyi surat tersebut.

Menurut para penulis surat, anggota Parlemen Ukraina mengatakan kepada mereka bahwa Kyiv membutuhkan hingga tujuh baterai sistem rudal Patriot tambahan buatan AS untuk mencegat rudal dan drone Rusia.

Menurut para anggota parlemen AS, Amerika harus memberikan pelatihan kepada lebih banyak pilot Ukraina untuk menerbangkan jet tempur F-16 rancangan Amerika, yang telah dijanjikan untuk Kyiv oleh negara-negara Barat tahun lalu, namun belum dipasok.

Ketua Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Oleksandr Lytvynenko mengatakan kepada Financial Times pada hari Selasa bahwa pemerintahan Biden harus mencabut apa yang disebutnya larangan “benar-benar tidak adil” terhadap serangan di wilayah Rusia dengan senjata yang dipasok AS.

“Ukraina dapat menghalangi kemajuan Moskow di garis depan jika mereka mampu menyerang gudang senjata, pusat logistik, dan kilang minyak jauh di dalam wilayah Rusia dengan rudal jarak jauh dan persenjataan lainnya dari Amerika,” kata Litvinenko, yang menggantikan Oleksiy Danilov pada bulan Maret, saat berdebat.

Pada hari Selasa, Rusia memulai latihan nuklir taktis yang melibatkan pengiriman senjata nuklir ke pasukan dari lokasi penyimpanan, mempersenjatai rudal, dan persiapan peluncurannya.

Menurut Moskow, latihan tersebut diperlukan untuk menunjukkan kemampuan Rusia dalam menanggapi setiap ancaman eksternal di tengah eskalasi yang terus berlanjut dengan Barat.

Pengumuman latihan nuklir taktis tersebut sudah muncul pada awal Mei menyusul pengiriman rudal jarak jauh ATACMS buatan AS oleh Washington ke Kyiv.

Topik Menarik