Miris! Siswa SMP di Sinjai Terpaksa Ujian di Dermaga Penyeberangan

Miris! Siswa SMP di Sinjai Terpaksa Ujian di Dermaga Penyeberangan

Infografis | sindonews | Rabu, 24 April 2024 - 19:13
share

Nasib miris dialami sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mereka terpaksa ujian akhir semester sekolah di dermaga penyeberangan kapal karena kurangnya jaringan internet, Rabu (24/4/2024).

Baca juga: Cerita Siswa di Grobogan Mencari Sinyal untuk Belajar sambil Refreshing

Siswa SMP Negeri 31, Kecamatan Pulau Sembilan memilih mencari jaringan di Dermaga Pulau Kanalo tempat bersandarnya kapal milik nelayan, hanya untuk mengerjakan soal ujian dengan sistem chromebook atau dengan menggunakan laptop.

Selain laptop, siswa juga menggunakan meja belajar lipat dari kayu, kurangnya akses jaringan atau blank spot membuat pelajar tampak kelelahan ketika mencari jaringan.

Kepala SMPN 31 Pulau Sembilan, Herawati menyatakan, upaya pertama yang dilakukan adalah menginput data dari guru karena terkadang muncul signal.

Sedangkan yang kedua adalah membawa siswa keluar sekolah yakni di pinggir laut atau di jembatan maupun dermaga penyeberangan untuk mengikuti ulangan.

Baca juga: Tragis! Cari Sinyal untuk Telepon, Buruh Tanam Tewas Diterkam Buaya

"Karena di luar sekolah ada jaringan tertentu yang bisa kami akses, memang kami harus berpanas panasan atau basah karena hujan, namun itu tidak menyurutkan langkah kami di SMPN 31 untuk ikut ujian digital yang berlangsung 6 hari (22-27 April)," ujarnya, Rabu (24/4/2024).

Dia pun berharap, ke depan ada solusi pemancar atau semacamnya untuk melancarkan jaringan yang ada di Pulau Kanalo.

Sebelumnya, Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sulawesi Selatan, Zainal Abidin Ridwan mengapresiasi dan meminta Dinas Pendidikan Sinjai untuk memerhatikan wilayah area blank spot yang ada di daerah tersebut.

"Sebagai Ketua Relawan TIK Sulsel, tentu sangat mendukung kebijakan Pemkab Sinjai melalui Dinas Pendidikan yang menggunakan Chromebook untuk pelaksanaan ujian sekolah, karena ini mendukung program digitalisasi pendidikan yang dicanangkan Kemendikbud,” katanya.

Dia menyebutkan, Chromebook ini dirancang untuk mendukung pembelajaran digital, bisa digunakan untuk ujian nasional, ujian sekolah online, dan ANBK atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer.

“Namun penggunaan chromebook harus sejalan dengan peningkatan jaringan seluler dan internet, terutama di kawasan yang termasuk area blank spot,” ujarnya.

Dia pun berharap Dinas Pendidikan Sinjai memerhatikan soal ketersediaan jaringan internet pada pelaksanaan ujian sekolah.

“Misalnya di wilayah Kecamatan Pulau Sembilan dan di daerah pegunungan seperti Bulupoddo, Sinjai Tengah, Sinjai Borong dan Sinjai Barat,” tandasnya.

Topik Menarik