5 Genre Musik yang Muncul dari Budaya Masyarakatnya

5 Genre Musik yang Muncul dari Budaya Masyarakatnya

Terkini | sindonews | Sabtu, 2 Maret 2024 - 15:57
share

Musik tidak pernah terisolasi dari konteks budaya tempat ia lahir. Setiap genre musik mencerminkan cerita, nilai-nilai, dan pengalaman kolektif dari komunitas yang mengembangkannya.

Dari hiruk-pikuk jalanan New Orleans yang membangkitkan jazz hingga getaran kuat drum taiko yang mencerminkan semangat Jepang, genre-genre musik ini adalah bukti keberagaman dan kekayaan budaya di seluruh dunia. Mari kita telusuri beberapa jejak genre musik yang muncul dari akar budaya masyarakatnya.

Berikut ini lima genre musik yang lahir dari budaya masyarakatnya.

Baca Juga:CERMIN: Hubungan Cinta-Benci Bob Marley dengan Tanah Tumpah Darahnya, Jamaika

1. Flamenco (Spanyol): Ritme yang Mencerminkan Jiwa Spanyol

Foto: Gran Gala Flamenco.

Flamenco, berasal dari Andalusia, Spanyol, merupakan perpaduan yang menakjubkan antara musik, tarian, dan ekspresi emosional. Dikenal secara internasional, Flamenco mencerminkan sejarah panjang dan kompleks Spanyol/

Pengaruh Flamenco datang dari Romani, Moor, dan Yahudi, serta diiringi oleh ritme dan melodi yang penuh gairah serta gerakan tarian yang kuat, menyampaikan ungkapan penuh jiwa dari rasa sakit, kegembiraan, dan hasrat masyarakatnya.

2. Reggae (Jamaika): Suara Perlawanan dari Tanah Jamaika

Foto: Getty Images

Reggae, sebagai genre musik yang berakar dari masyarakat Jamaika, secara kuat mencerminkan perjuangan politik, ketidaksetaraan sosial, dan semangat kebebasan. Sejak perkembangannya pada tahun 1960-an, reggae memberikan wadah bagi suara-suara terpinggirkan, menekankan pentingnya perdamaian, persatuan, dan cinta, tidak hanya sebagai identitas musikal Jamaika, tetapi juga sebagai gerakan global untuk perubahan sosial.

3. K-Pop (Korea Selatan): Fenomena Budaya dari Korea Selatan

Foto: via Instiz.

K-Pop telah mencapai status fenomenal secara global, tapi akarnya yang kuat tetap berada di Korea Selatan. Ini merupakan musik yang menggabungkan unsur-unsur musik pop Barat (hiphop/rap, dance) dengan tambahan koreografi rumit serta gaya fashion yang unik. Budaya J-pop dan fandom-nya juga turut berkontribusi dalam mewarnai K-pop.

Lebih dari sekadar genre musik, K-pop merupakan manifestasi dari semangat kompetitif dan dedikasi yang dalam terhadap budaya pelatihan dan kerja keras di Korea Selatan.

4. Bossa Nova (Brasil): Ketenangan dari Pantai Brasil

Foto: Getty Images

Diciptakan di Rio de Janeiro pada tahun 1950-an, Bossa Nova merupakan gabungan halus antara samba Brasil dan jazz Amerika yang menampilkan melodi yang tenang serta ritme yang santai. Musik ini sering kali membawakan lirik yang romantis, mencerminkan gaya hidup yang tenang dan optimisme budaya Brasil, sambil merayakan keindahan alam dan kebebasan emosional.

Baca Juga:7 Lagu yang Viral di TikTok Gara-Gara Jungkook BTS

5. Hiphop (Amerika Serikat): Suara Jalanan yang Membawa Perubahan

Foto: Getty Images

Hiphop, yang lahir di lingkungan urban Amerika Serikat pada tahun 1970-an, telah menjadi suara yang mewakili komunitas yang sering terpinggirkan. Dari jalanan Bronx hingga panggung global, hiphop memberikan platform bagi generasi muda untuk mengekspresikan pengalaman mereka secara autentik dan kuat.

Kekuatan hiphop ada pada lirik berarti yang menggambarkan dunia yang keras atau penuh kritik sosial, ritme inovatif, serta budaya yang kental dalam mode, seni jalanan, dan bahasa, menjadikannya sebuah kekuatan yang mengubah dunia.

Setiap genre musik memiliki cerita uniknya sendiri, mengungkapkan suara, emosi, dan pengalaman masyarakatnya. Dengan mendengarkan dan memahami musik ini, kita dapat lebih mendalam memahami dan menghargai keanekaragaman budaya yang membuat dunia ini menjadi tempat yang begitu kaya dan menarik untuk dihuni.

Muhammad FaizalKontributor GenSINDOUniversitas Islam IndonesiaInstagram: @aizal_mf

Topik Menarik