Bintangi Film Yang Disebut Nakal, Boris Bokir Curhat Kenakalan Masa Kecil
JAKARTA - Komika sekaligus aktor Boris Bokir mengenang kenakalan masa kecilnya saat terlibat dalam proyek film layar lebar terbarunya yang bertajuk Yang Disebut Nakal.
Komika berdarah Batak ini blakblakan membeberkan salah satu kenakalannya di masa lalu, yakni sengaja tidak datang ke tempat les padahal orangtuanya telah melunasi biayanya.
"Nakalnya dulu paling saya ini, sudah dibayarin les tapi enggak datang ke tempat les," ungkap Boris Bokir sembari tertawa saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Boris kini melihat konsep kenakalan anak dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, anak yang kerap dicap nakal belum tentu berniat buruk, melainkan hanya membutuhkan arahan serta pemahaman yang tepat dari orangtua.
Lebih lanjut, Boris berpendapat bahwa anak-anak yang kerap diberi label nakal sebenarnya hanya perlu didengarkan terlebih dahulu.
Ia mencontohkan anak yang gemar bermain air di sungai hingga lupa waktu, atau asyik bermusik bersama teman-temannya.
Belum Capai Kesepakatan, Hakim Beri Waktu Audi Marissa dan Anthony Xie Bicara dari Hati ke Hati
Bagi Boris, kegemaran semacam itu tak semestinya langsung divonis sebagai kenakalan tanpa dicari tahu alasannya.
"Persepsi nakal ya itu tadi, memang dia kayaknya belum dipahami seutuhnya. Kenapa tidak dipahami seutuhnya? Karena belum didengar seutuhnya," tutur Boris.
Ia pun menyarankan agar orangtua masa kini tidak lagi menerapkan pola komunikasi satu arah layaknya generasi terdahulu, melainkan lebih banyak membuka ruang diskusi dengan anak.
"Makanya orangtua zaman sekarang mungkin harus lebih banyak mendengarkan dulu baru dicari formulanya biar ada deal-nya, gitu," imbuhnya.
Demi mendalami perannya sebagai pembina, Boris bersama pemain lain bahkan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor profesional yang berpengalaman di bidang pelatihan dan pembinaan perilaku.
Dalam film Yang Disebut Nakal, Boris dipercaya memerankan karakter Goklas Panjaitan. Tokoh ini merupakan salah satu pelatih di sebuah kamp pendidikan yang ditujukan untuk membina anak-anak dengan berbagai persoalan perilaku.
Tak sendirian, Goklas menjalankan tugas tersebut bersama karakter Yayat yang diperankan oleh Aming, serta Pak Surya yang dimainkan oleh aktor senior Donny Damara.
Mereka bertugas membimbing para remaja agar bisa memahami diri sendiri, membangun empati, hingga memperbaiki hubungan dengan keluarga.
Tim produksi sengaja menghadirkan ahli agar metode pembinaan yang ditampilkan dalam film terasa realistis dan terukur.
Di sisi lain, Produser DLK Pictures, Diana Limbong, menjelaskan bahwa film ini dihadirkan untuk menyoroti pentingnya keharmonisan komunikasi di dalam keluarga.
"Kami ingin film ini membuka ruang percakapan tentang hubungan orangtua dan anak. Terkadang, perhatian diwujudkan dengan cara yang berbeda-beda, tetapi yang dibutuhkan anak mungkin sederhana, yaitu merasa didengar dan dipahami," jelas Diana Limbong.
"Kami berharap penonton bisa melihat persoalan itu dari lebih dari satu sudut pandang," sambungnya.
Selain Boris Bokir, Donny Damara, dan Aming, film Yang Disebut Nakal juga turut dibintangi oleh sederet aktor muda, seperti El Putra, Fatih Unru, Giulio Parengkuan, Jeremi Moreman, Andrew Baret, Richard Deric, hingga Rafi Sanjaya.






