Zaskia Adya Mecca Terjun Jadi Relawan Karhutla di Kalimantan, Tersentuh Warga Patungan Rp10 Ribu
JAKARTA - Zaskia Adya Mecca terjun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan untuk membantu masyarakat terdampak. Kedatangannya kali ini membuatnya menyaksikan langsung perjuangan warga yang menjadi relawan mandiri untuk memadamkan api dengan peralatan dan dana terbatas.
Momen itu dibagikan Zaskia melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin (19/10/2026). Dalam video tersebut, ia memperlihatkan kondisi di salah satu titik kebakaran yang lokasinya tidak jauh dari bandara tempatnya tiba.
Baru tiba di lokasi, Zaskia mengaku sudah merasa berat mendengar cerita tentang perjuangan para relawan. Ia bahkan sempat menghela napas sebelum menceritakan kondisi warga yang setiap hari berupaya memadamkan api.
“Oke, Guys, aku baru sampai di satu titik. Ini baru dari airport sebenarnya dekat banget, cuman dengar ceritanya… Huh, nggak kuat banget,” ujar Zaskia dalam video tersebut.
Ia mengungkap bahwa warga setempat secara sukarela turun tangan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di sekitar tempat tinggal mereka. Para relawan mandiri itu melakukan upaya pemadaman setiap hari, meski harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli bahan bakar mesin pompa air.
Hal yang paling menyentuh Zaskia adalah perjuangan para relawan yang harus patungan menggunakan uang pribadi demi menjalankan upaya pemadaman.
Menurut cerita yang diterimanya, warga mengumpulkan uang dengan nominal beragam, mulai dari Rp10 ribu, Rp15 ribu, hingga Rp20 ribu. Uang itu digunakan untuk membeli bensin agar mesin yang membantu proses pemadaman bisa terus beroperasi.
“Jadi di sini ada masyarakat yang sebagai relawan mandiri, mereka ikut madamin setiap hari. Dan tahu nggak, buat beli bensin, buat ngidupin mesin ya, mereka itu patungan dari uang mereka masing-masing: Rp10.000, kadang Rp15.000, Rp20.000,” kata Zaskia.
Ia menyebut para relawan menjalankan upaya pemadaman secara mandiri karena mereka belum mendapatkan dukungan yang memadai. Kondisi itu membuat warga harus berjuang dengan keterbatasan, termasuk dalam hal perlengkapan keselamatan.
“Jadi emang karena nggak ada support, ya mereka bener-bener mandiri tanpa APD lengkap. Ya karena mereka bilang harus ngejaga dari sekitar,” lanjutnya.
Zaskia juga memperlihatkan suasana ketika mesin pompa air digunakan untuk membantu memadamkan api. Dalam rekaman itu, ia menyebut kebakaran sudah menjalar hingga mendekati kawasan permukiman warga.
“Karena ini udah sampai ke dekat-dekat pemukiman warga gitu,” tuturnya.
Bagi Zaskia, perjuangan para relawan terasa semakin berat karena mereka tidak mendapatkan bayaran atas upaya yang dilakukan. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan operasional pemadaman, mereka harus menyisihkan uang sendiri meski kondisi ekonomi mereka juga terbatas.
“Jadi yang bikin terharu, mereka relawan mandiri, mereka nggak digaji. Bahkan mereka untuk memadamkan, untuk mereka butuh bahan bakar, mereka patungan, dan tidak dalam kondisi berlebih gitu, jadi dalam kondisi yang terbatas juga,” ungkapnya.
Zaskia mengaku baru mengunjungi satu titik kebakaran, tetapi sudah merasa emosional setelah mendengar cerita dan melihat langsung kondisi di lapangan.
Ia membayangkan beratnya perjuangan warga yang harus menghadapi kebakaran selama berbulan-bulan, terlebih di lokasi lain yang menurutnya memiliki titik kebakaran lebih parah.
Susul BTS, CORTIS Jadi Artis K-Pop Kedua Masuk Club ‘Quadruple Million Seller’ di 2026
“Baru satu titik udah berat banget. Berbulan-bulan mereka gini kayak… apalagi nyampe Palangkaraya nih yang titiknya lebih berat,” kata Zaskia.
Melalui video tersebut, Zaskia memperlihatkan sisi lain dari penanganan karhutla, yakni perjuangan warga yang secara sukarela berupaya melindungi lingkungan dan permukiman mereka. Kehadiran Zaskia di Kalimantan menjadi bagian dari upayanya membantu masyarakat terdampak karhutla secara langsung.




