Jalani Asesmen 3,5 Jam di LPSK, Telinga DYP yang Sobek Diperiksa Medis
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melakukan pemeriksaan mendalam terhadap korban dugaan tindak pidana penganiayaan yang melibatkan lingkup pertemanan Betrand Peto alias Onyo, berinisial DYP.
Pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih 3,5 jam itu mencakup asesmen psikologis hingga pemeriksaan luka fisik di bagian telinga.
Kuasa hukum korban, Eddy Sianipar, menyatakan bahwa proses asesmen klinis dan psikologis di kantor LPSK berjalan lancar dengan pendampingan tim ahli.
"Hari ini pemeriksaan yang dilakukan yaitu berupa asesmen dan juga pemeriksaan klinis terkait dengan telinga yang sobek kemarin sewaktu kejadian. Puji Tuhan, alhamdulillah, semuanya sudah ditangani oleh pihak psikolog dalam hal ini LPSK dan juga tim medis pemeriksaan klinis," jelas Eddy Sianipar di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, Senin (28/9/2026).
Tim kuasa hukum lainnya, Thulus Pardosi, menjelaskan kehadiran mereka mendampingi dua korban sekaligus dengan laporan perkara yang berbeda, yakni dugaan penganiayaan terhadap DYP dan dugaan kekerasan seksual terhadap ANW.
"Ada dua klien yang kami wakili. Yang pertama berinisial DYP melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan, yang satu lagi berinisial ANW dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Sudah selesai diperiksa asesmen psikolognya terhadap DYP dan kondisi kesehatan fisiknya," ucap Thulus.
Mengenai kondisi fisik DYP, Thulus menyebut bekas luka sobekan di area telinga dan lebam pada tubuh korban mulai berangsur pulih, meski masih membutuhkan intervensi dokter untuk mengantisipasi cacat permanen.
"Terkait lukanya sudah mulai membaik ya. Luka yang ada di bagian telinga dan beberapa lebam lainnya itu sudah mulai membaik. Makanya tadi dilakukan kunjungan ke dokter yang disediakan LPSK untuk melihat apalagi kebutuhannya secara medis, karena sering kali luka menimbulkan bekas," papar Thulus.
Sementara untuk hasil tes psikologis DYP, tim kuasa hukum masih menunggu hasil resmi yang tengah dianalisis oleh para ahli di LPSK.
"Secara pemeriksaan mungkin sejauh ini kondisinya sudah mulai membaik. Cuman terkait dengan bagaimana hasilnya, nanti biarlah hasil dari tim psikolog yang menyampaikan bagaimana hasilnya lebih spesifik," timpal Eddy.








