Juicy Luicy Terdepak, Ungu Siap Meriahkan MotoGP Mandalika 2026
JAKARTA - Sikap arogan Juicy Luicy dalam menyikapi kontroversi over bagasi di XYZ Liveground Batam pertengahan September silam, berujung boikot. Kini Uan cs harus terdepak dari line-up penampil MotoGP Mandalika 2026.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Troy Reza Warokka selaku Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia kepada awak media, pada 25 September 2026.
“Benar, ada perubahan. Khusus Juicy Luicy memang kami batalkan. Keputusan itu merupakan respons dari isu yang berkembang belakangan. Kami perlu menjaga agar event yang identik dengan pagelaran internasional ini berjalan dengan baik,” ujar Troy.
Dengan terdepaknya Juicy Luicy, ITDC memilih Ungu sebagai band pengganti yang akan mengisi hari pertama MotoGP Mandalika 2026. Band pelantun Demi Waktu itu akan melengkapi daftar line-up yang sebelumnya sudah diisi Type-X, Judika, dan pedangdut Happy Asmara.
Keputusan ITDC mengganti Juicy Luicy dengan Ungu mendapat sambutan hangat warganet. “Keputusan yang sangat tepat! Dari segi kualitas lagu dan personel tentu lebih bagus Ungu,” ujar akun Instagram @fen***ory.
“Mantab! Malah diupgrade ke Ungu. Epik sih ini penyelenggaranya,” kata akun @zac***cho. Namun ada pula warganet yang mengingatkan Juicy Luicy untuk menjaga imej mereka sebagai public figure dengan banyak penggemar.
“Lagumu mungkin bisa didengarkan oleh banyak orang. Tapi jika sikap dan tutur kata vokalisnya seperti tidak punya adab dan kasar seperti itu, penampilannya pasti tidak akan dinikmati pencinta musik,” ungkap akun @che***sir mengingatkan.
Sebelumnya, Juicy Luicy juga dicoret dari ajang Syalala Land di Cirebon dan Purwokerto. Kabar tersebut diumumkan oleh pihak penyelenggara melalui akun Instagram resmi mereka, @syalalaland.fest, pada 21 September 2026.
“Setelah melakukan evaluasi, kami memutuskan untuk melakukan perubahan susunan penampil. Juicy Luicy tidak akan tampil pada Syalala Land Cirebon dan Purwokerto,” ujar pihak penyelenggara.
Keputusan tersebut merupakan tanggung jawab pihak penyelenggara, dengan mempertimbangkan masukan penonton dan kebutuhan kedua acara. “Langkah ini diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh atas masukan dari berbagai pihak,” imbuhnya.*




