MV Lisa SaWaDiKa Dituding Didongkrak Iklan Berbayar, Ini Respons YouTube
YouTube akhirnya menanggapi spekulasi yang mempertanyakan apakah video musik (MV) terbaru Lisa BLACKPINK, “SaWaDiKa”, didorong melalui iklan berbayar. Spekulasi itu muncul seiring jumlah penayangan MV tersebut melesat dan mendekati 100 juta hanya dalam waktu kurang dari 48 jam setelah dirilis.
MV “SaWaDiKa” memang mencatatkan performa impresif sejak pertama kali dirilis. Dalam 24 jam pertama, video tersebut meraih 70,8 juta penayangan di YouTube.
Dikutip Kbizoom, pencapaian itu menjadikan “SaWaDiKa” sebagai debut MV terbesar di YouTube pada 2026 dan debut terbesar kedua sepanjang sejarah untuk artis solo. Rekor tertinggi masih dipegang Lisa melalui debut solonya, “LALISA”, yang mengumpulkan 73,6 juta penayangan dalam 24 jam pada 2021.
Baca Juga : Cetak Rekor! MV SaWaDiKa Lisa BLACKPINK Tembus 100 Juta Views dalam 2 Hari
Dengan capaian tersebut, Lisa kini menempati dua posisi teratas untuk debut MV dengan penayangan 24 jam terbanyak oleh artis solo di YouTube. “SaWaDiKa” juga membuatnya menjadi artis solo wanita pertama yang memiliki lebih dari satu MV dengan penayangan di atas 70 juta dalam 24 jam.Namun, di tengah laju penayangan yang sangat tinggi, muncul perdebatan di media sosial. Sejumlah pengguna mempertanyakan apakah tingginya angka penayangan “SaWaDiKa” turut dipengaruhi oleh kampanye iklan berbayar di YouTube.
Spekulasi itu mencuat setelah sebuah unggahan di X yang kini telah dihapus menyebut bahwa YouTube secara aktif mendorong MV tersebut kepada pengguna melalui iklan.
Menanggapi hal tersebut, akun resmi @TeamYouTube memberikan penjelasan mengenai cara kerja sistem rekomendasi di platform mereka.
Baca Juga : Lisa dan Jisoo BLACKPINK Rilis Bareng, Siapa Lebih Unggul?
YouTube menegaskan bahwa kemunculan sebuah video di halaman beranda atau feed rekomendasi pengguna tidak otomatis berarti video tersebut dipromosikan melalui iklan berbayar.Menurut YouTube, sistem rekomendasi bekerja secara personal dengan mempertimbangkan berbagai sinyal. Di antaranya adalah riwayat tontonan, interaksi pengguna seperti suka dan tidak suka, pencarian, serta aktivitas pengguna di berbagai layanan YouTube dan Google.
Artinya, sebuah video bisa saja muncul berulang kali di halaman rekomendasi seseorang meski pengguna tersebut tidak mengikuti atau berlangganan kanal sang kreator.
Dalam kasus “SaWaDiKa”, misalnya, pengguna yang sebelumnya mencari nama Lisa, menonton video BLACKPINK, berinteraksi dengan konten K-pop, atau rutin mendengarkan lagu dari artis dan genre serupa berpotensi lebih sering mendapatkan rekomendasi MV tersebut.
YouTube juga menyediakan fitur seperti “Tidak tertarik” (Not interested) dan “Jangan rekomendasikan channel” (Don’t recommend channel) bagi pengguna yang tidak ingin melihat konten tertentu.
Penjelasan ini sekaligus mempertegas bahwa kemunculan “SaWaDiKa” di berbagai feed rekomendasi tidak bisa dijadikan bukti bahwa tim Lisa membayar YouTube untuk mendongkrak jumlah penayangan.“SaWaDiKa” Terus Cetak Pencapaian
Terlepas dari perdebatan soal algoritma dan promosi berbayar, performa “SaWaDiKa” di berbagai platform menunjukkan bahwa lagu tersebut memang mendapat perhatian besar dari pendengar.
Setelah mencatat 70,8 juta penayangan dalam 24 jam pertama, MV “SaWaDiKa” terus melaju dan mencapai sekitar 95 juta penayangan saat berita ini ditulis. Dengan laju tersebut, MV ini semakin dekat dengan angka 100 juta penayangan, hanya dalam waktu kurang dari dua hari setelah dirilis.
Bukan hanya YouTube, “SaWaDiKa” juga menunjukkan performa kuat di Spotify.
Lagu tersebut debut di posisi ke-13 Spotify Global Daily Chart dengan 2,787 juta stream. Angka tersebut dilaporkan menjadi debut terbesar artis solo K-pop di Spotify pada 2026.Di Amerika Serikat, “SaWaDiKa” mengumpulkan sekitar 466.000 stream dan debut di posisi ke-53 Spotify US Daily Chart.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa popularitas “SaWaDiKa” tidak hanya terlihat dari tingginya angka penayangan di YouTube. Lagu ini juga berhasil menarik perhatian pendengar di platform streaming musik lainnya.
Awal Terbongkarnya Dugaan Kasus Pencurian Karyawan Tasyi Athasyia, Gegara Notifikasi Email
Dengan momentum yang terus berlanjut, “SaWaDiKa” berpeluang menambah daftar pencapaian Lisa di industri musik global. Sementara itu, berdasarkan penjelasan YouTube, kemunculan MV tersebut di feed rekomendasi pengguna lebih tepat dipahami sebagai bagian dari sistem personalisasi platform dan bukan otomatis sebagai indikasi adanya promosi berbayar.
Jika tren penayangannya terus bertahan, “SaWaDiKa” diperkirakan segera menembus 100 juta penayangan di YouTube dan kembali mencatatkan pencapaian baru bagi Lisa.







