Kabar Duka, Sutradara Eugene Panji Meninggal Dunia

Kabar Duka, Sutradara Eugene Panji Meninggal Dunia

Seleb | inews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:15
share

JAKARTA, iNews.id – Kabar duka datang dari dunia perfilman dan industri kreatif Tanah Air. Sutradara Eugene Panji meninggal dunia pada Selasa (25/8/2026) sore.

Eugene Panji mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, dalam usia 52 tahun. Kabar kepergian sang sineas disampaikan melalui pesan duka yang diterima sejumlah media.

“Innalillahi wa innalillahi rojiuun. Mengabarkan berita duka. Telah berpulang sutradara Eugene Panji, sore ini di RS Siloam Puri Cinere,” demikian bunyi pesan tersebut, Rabu (26/8/2026).

Dalam pesan yang sama, keluarga dan kerabat juga memohon agar masyarakat memaafkan segala kesalahan Eugene selama hidupnya serta memberikan doa terbaik untuk mendiang dan keluarga yang ditinggalkan.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum. Doa terbaik untuk Mas Eugene dan keluarga yang ditinggalkan,” lanjut pesan tersebut.

Hingga kabar ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Eugene Panji. Keluarga maupun pihak rumah sakit belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Meninggalkan Jejak Panjang di Dunia Kreatif

Kepergian Eugene Panji menjadi kehilangan bagi industri kreatif Indonesia. Sosok yang lahir di Jakarta pada 29 Agustus 1973 itu dikenal bukan hanya sebagai sutradara film, tetapi juga sebagai kreator yang telah menghasilkan berbagai karya visual untuk industri musik dan periklanan.

Sebelum dikenal lewat layar lebar, Eugene lebih dahulu membangun namanya sebagai sutradara video musik. Ia pernah menggarap video klip sejumlah musisi Tanah Air, di antaranya Slank, Agnez Mo, Tompi, Ada Band, Cokelat, Govinda, hingga musisi lainnya.

Dari balik layar video musik, Eugene kemudian melebarkan kiprahnya ke dunia perfilman. Ia melakukan debut penyutradaraan film layar lebar melalui Cita-Citaku Setinggi Tanah pada 2012.

Film tersebut tidak sekadar menjadi penanda langkah pertamanya di layar lebar. Karya itu juga memperlihatkan kepedulian Eugene terhadap isu sosial. Keuntungan film tersebut disebut disumbangkan untuk penderita kanker anak.

Setelah itu, Eugene terus menghasilkan karya dengan beragam warna. Ia menyutradarai film musikal anak Naura & Genk Juara the Movie pada 2017, kemudian film aksi 22 Menit pada 2018 yang mengangkat kisah seputar aksi teror bom Thamrin.

Karya layar lebarnya berlanjut melalui Bangsatnya Cinta Pertama pada 2023 yang menghadirkan kisah persahabatan dan percintaan anak muda.

Eugene Panji Bukan Sekadar Sutradara

Bagi mereka yang pernah bekerja bersamanya, Eugene Panji bukan sekadar nama di balik kamera. Ia merupakan sosok kreatif yang memiliki perjalanan panjang dan turut mewarnai berbagai bidang dalam industri kreatif.

Di luar film dan video musik, Eugene juga dikenal aktif membangun ruang kreatif dan usaha yang menjadi tempat bertemunya berbagai komunitas. Ia mendirikan Paviliun 28 dan Longkang Kotagede sebagai bagian dari kiprahnya di luar dunia penyutradaraan.

Kepergiannya pun segera mengundang ungkapan belasungkawa dari sejumlah insan seni. Nama-nama seperti Astrid Tiar dan Dira Sugandi turut menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya Eugene. Penerbit KPG juga menyampaikan penghormatan dan belasungkawa atas kepergian sang sineas.

Topik Menarik