Cookie Queens Gagal, Harry dan Meghan Diminta Berhenti Andalkan Popularitas

Cookie Queens Gagal, Harry dan Meghan Diminta Berhenti Andalkan Popularitas

Seleb | sindonews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:30
share

Setelah film Cookie Queens yang menjadi debut mereka sebagai produser eksekutif film layar lebar gagal di box office, Pangeran Harry dan Meghan Markle kini disarankan untuk mengurangi berbagai aktivitas bisnis dan lebih fokus pada satu proyek yang benar-benar kuat.

Komentator kerajaan sekaligus pembawa acara YouTube Kinsey Schofield Unfiltered, Kinsey Schofield, menilai Harry dan Meghan memang memiliki nama besar dan popularitas yang tinggi. Namun, menurutnya, keduanya belum berhasil mengubah popularitas tersebut menjadi dukungan konsumen yang berkelanjutan.

“Saya akan menyarankan mereka untuk ‘menghilang’ sejenak dari dunia profesional, mengurangi jumlah pengumuman secara drastis, dan memilih satu proyek yang benar-benar menarik dengan melibatkan orang-orang berpengalaman yang tahu cara mengeksekusinya,” ujar Schofield secara eksklusif kepada Page Six.

Baca Juga : Viral Video Meghan Markle Disebut Dicuekin David Foster, Ini Faktanya!

Menurut Schofield, upaya memperbaiki reputasi tidak bisa hanya mengandalkan rebranding atau kampanye publisitas yang terlihat mewah.

“Memulihkan reputasi itu mungkin saja dilakukan, tetapi menurut saya, hal itu tidak bisa dicapai hanya melalui rebranding atau kampanye publisitas yang mewah,” katanya.Ia justru menyarankan Harry dan Meghan untuk lebih sedikit berbicara dan mengumumkan proyek, tetapi lebih banyak menghasilkan karya nyata.

“Kurangi bicara, kurangi pengumuman, dan perbanyak eksekusi nyata,” ujar Schofield.

Baginya, kesuksesan adalah salah satu cara paling efektif untuk memulihkan reputasi di Hollywood. Jika Harry dan Meghan mampu menghasilkan karya dengan kualitas yang tidak terbantahkan, arah pembicaraan publik mengenai mereka pun bisa berubah.

Baca Juga : Meghan Markle Kenakan Anting Warisan Putri Diana saat Dampingi Pangeran Harry di Kanada

Meghan sendiri telah mencoba berbagai bidang bisnis dan hiburan. Mulai dari podcast, program memasak Netflix With Love, Meghan, hingga merek gaya hidup miliknya, As Ever.

Kerja sama podcast dengan Spotify juga berakhir pada 2023, setelah hanya satu musim Archetypes berjalan. Kesepakatan tersebut sebelumnya dilaporkan bernilai sekitar US$20 juta bagi Duke dan Duchess of Sussex. Sementara itu, Netflix juga mengakhiri kerja sama dengan Meghan pada Maret lalu.Schofield menilai terlalu banyak mencoba membangun otoritas di berbagai bidang justru dapat membuat seseorang kehilangan fokus.

“Ketika Anda mencoba membangun otoritas di berbagai bidang secara bersamaan, Anda justru berisiko tidak memiliki otoritas sama sekali di bidang mana pun. Pilih satu bidang, kuasai bidang tersebut, dan biarkan kesuksesan membangun kembali kredibilitas Anda,” katanya.

Menurutnya, Harry dan Meghan juga perlu berhenti menjadikan status selebritas sebagai produk utama. Sebaliknya, mereka harus menghasilkan produk atau karya yang cukup kuat untuk tetap menarik perhatian meski tidak mengandalkan popularitas mereka.

Schofield juga menyarankan agar pasangan tersebut tidak terlalu banyak ikut campur dalam proyek yang mereka jalankan. Menurut dia, Harry dan Meghan sebaiknya memberi ruang lebih besar kepada para profesional untuk mengambil keputusan dan mengelola proyek mereka.

Yang tak kalah penting, Schofield menyarankan agar mereka mulai memilih proyek yang tidak terus-menerus berkaitan dengan konflik atau keluhan terhadap keluarga kerajaan Inggris.

“Ada batasnya seberapa sering Anda bisa menceritakan kepada publik alasan di balik keputusan Anda meninggalkan keluarga kerajaan,” ujarnya.Jika ingin bertahan lama di industri hiburan, Harry dan Meghan harus membuktikan bahwa publik tertarik pada selera, gagasan, dan kemampuan bercerita mereka, bukan semata-mata karena status mereka sebagai anggota keluarga kerajaan.

Menurut Schofield, upaya Harry dan Meghan untuk memperbaiki hubungan dengan Raja Charles III juga kemungkinan berkaitan dengan kebutuhan mereka untuk memulihkan citra profesional.

“Menurut saya, bukan suatu kebetulan jika kita melihat adanya upaya baru untuk berdamai dengan Raja Charles di saat Harry dan Meghan perlu memulihkan kredibilitas mereka,” katanya.

Ia menduga Harry dan Meghan mulai menyadari bahwa hubungan yang retak dengan keluarga kerajaan telah menjadi beban bagi karier profesional mereka.

Salah satu tantangan terbaru mereka datang dari Cookie Queens. Film yang mengisahkan empat anggota muda Girl Scouts di tengah kesibukan musim penjualan kue itu dirilis pada 7 Agustus di sejumlah bioskop.Namun, performanya di box office jauh dari harapan. Menurut Boxoffice Pro, Cookie Queens hanya menghasilkan sekitar USD735 atau setara Rp13 juta per layar pada pekan pembukaannya dan berada di posisi ke-15.

Berdasarkan data The Numbers, film tersebut hingga kini baru mengumpulkan pendapatan domestik sekitar USD513.148 atau setara Rp9,1 miliar.

Meski hasil film tersebut mengecewakan, Harry dan Meghan tampaknya tidak membiarkan kegagalan itu menghentikan aktivitas mereka di depan publik.

Keduanya masih tampil bersama dalam gala perayaan ulang tahun ke-40 yayasan David Foster di Kanada pada awal Agustus.

Dalam kesempatan tersebut, Meghan juga mencuri perhatian dengan mengenakan anting berlian dan safir milik mendiang ibu mertuanya, Putri Diana, saat tampil di karpet merah.

Topik Menarik