Upaya Richard Lee Bongkar Motif Persaingan Bisnis Doktif, Kuasa Hukum: Kamu Iri?
TANGERANG - Perseteruan antara Dokter Richard Lee (DRL) dan Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) semakin memanas di sidang lanjutan keterangan saksi pelapor di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (13/8/2026).
Pihak Richard Lee melalui kuasa hukumnya, Faizal Hafied, mencecar Doktif untuk mengungkap motif di balik laporan dugaan kosmetik ilegal yang dilayangkan terhadap kliennya.
Faizal menyoroti ketertarikan Doktif terhadap detail bisnis Richard Lee, mulai dari harga modal hingga omzet penjualan. Dia mencurigai adanya motif persaingan bisnis yang tidak sehat di balik tindakan Doktif yang getol menguliti produk-produk seperti White Tomato (WT) dan DNA Salmon milik Athena Group.
"Ini motifnya apa? Apakah motif persaingan bisnis atau bagaimana? Karena di sini banyak banget hitungan uang yang saudara saksi sampaikan. Apakah kenapa ini sampai Rp40 miliar terungkap, Rp8 miliar terungkap, apakah ada motif bisnis atau menginginkan keuntungan yang sama?" tanya Faizal Hafied di persidangan Kamis (13/8/2026).
Akun Instagram Mutia Ayu Diretas, Banyak Netizen Kena Tipu hingga Rugi Puluhan Juta Rupiah
Pihak Richard Lee juga mempertanyakan alasan Doktif yang begitu mendalami selisih keuntungan dari produk-produk yang dijual kliennya. Faizal merasa heran mengapa seorang dokter yang memiliki klinik kecantikan sendiri begitu fokus menghitung harga asli dan harga jual dari kompetitornya.
"Kenapa dokter iri atau bagaimana? Kok melaporkan begitu gitu lho? Karena begini, persaingan bisnis, ada aturan persaingan bisnis tidak sehat," cecar Faizal.
Mendapat tudingan tersebut, Doktif membela diri. Dia menyatakan bahwa pengetahuannya mengenai detail harga modal produk-produk tersebut didapat dari tawaran produsen atau sales pabrik yang memproduksi barang yang sama.
"Kenapa saya bilang saya tahu modal? Karena saya pernah ditawarkan oleh sales untuk membuat produk yang sama atau menjual GloBio tapi saya menolak. Itu harganya sekitar Rp200 ribuan harga modal. Dan WT itu adalah produk yang sama karena komposisinya pun sama, pabriknya pun sama," jelas Doktif di hadapan majelis hakim.
Doktif juga membantah tegaes tuduhan bahwa dirinya ingin bersaing secara bisnis dengan Richard Lee. Dia menegaskan bahwa produk-produk yang dia permasalahkan, seperti DNA Salmon dan produk berlabel stem cell, tidak masuk dalam daftar produk yang dia jual di kliniknya.
"Saya tidak jual Labioglow, saya tidak akan menjual DNA Salmon. Dari mana motif bisnis? Yang saya lihat setelah saya buka (produk Richard Lee), tidak ada nomor izin edar. Kalau untuk Missy (Stem Cell), pada saat saya lihat iklannya cukup fenomenal lho, padahal yang saya tahu stem cell tidak mungkin bisa diletakkan di suatu produk tertentu itu," tutur Doktif.
Persidangan makin memanas saat pihak Richard Lee berencana menayangkan video pernyataan resmi dari Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Iktar, terkait aturan me-review produk.
Langkah ini diambil untuk membuktikan apakah tindakan Doktif selama ini sesuai dengan koridor hukum atau justru melanggar aturan persaingan usaha.





