Akomodir Jiwa Centil, Bunga Reyza Perkenalan Sosok Mingse Sebagai Alter Ego
JAKARTA - Bunga Reyza menghadirkan warna baru dalam perjalanan karier musiknya. Tidak lagi hanya dikenal lewat lagu-lagu pop yang lembut dan penuh rasa, kini ia memperkenalkan sosok alter ego bernama Mingse yang membawa energi berbeda, lebih berani dan centil dengan nuansa dangdut.
Langkah ini bukan sekadar eksperimen biasa. Bunga Reyza ingin menunjukkan keseriusannya dalam berkarya sekaligus membuktikan kedalaman eksplorasi artistiknya di industri musik Tanah Air.
Bunga Reyza mengungkapkan kehadiran Mingse menjadi bentuk pembuktian diri sebagai seorang musisi yang total dalam berkarya.
“Kayak bahan pembuktian kalau emang aku secara menjalankan art itu into banget gitu. Jadi kalau misalkan memang Mingse ini, kita buat dia sedangdut secentil mungkin gitu,” ungkapnya.
Lewat karakter Mingse, Bunga memberi ruang untuk sisi lain dari dirinya yang lebih ekspresif. Sementara itu, identitas Bunga Reyza tetap berjalan di jalur awalnya dengan lagu pop yang emosional dan penuh makna.
Pernyataan Lengkap Okin soal Konflik Rachel Vennya Terkait Rumah Anak, Sangat Mengejutkan!
“Sosok Bunga Reyza ini masih dengan jalannya yang biasanya nyanyi lagu pop dengan tulisan-tulisan yang dari hati, yang memang mendayu,” lanjutnya.
Ide menghadirkan dua persona ini muncul dari situasi tak terduga. Bunga Reyza mendapat dua tawaran proyek musik dengan karakter yang sangat berbeda, namun keduanya sama-sama menarik.
“Awalnya adalah muncul dua tawaran dengan vibes yang sangat berbeda, tapi dua-duanya suka,” jelasnya.
Alih-alih memilih salah satu, ia justru melihat peluang untuk menjalankan keduanya sekaligus.
“Akhirnya di situ aku mikir kayak kenapa harus milih, kenapa gak dijalanin aja dua-duanya dengan persona yang berbeda gitu,” tambahnya.
Keputusan ini menjadi titik awal lahirnya Mingse sebagai identitas baru dalam bermusik.
Perbedaan paling mencolok antara Mingse dan Bunga Reyza terletak pada karakter dan pembawaan di atas panggung.
“Mungkin secara attitude ya, maksudnya kalau Bunga Reyza mungkin tidak secentil di Mingse,” ujarnya.
Hal ini juga dipengaruhi oleh jenis lagu yang dibawakan. Lagu-lagu Bunga Reyza cenderung lebih tenang dan emosional, sehingga tidak memberi ruang eksplorasi yang terlalu ekspresif.
“Karena memang dari segi pembawaan lagu juga, lagu-lagunya dari Bunga Reyza ini, kurang bisa di eksplor untuk menjadi secentil itu, dia lebih ke adem gitu,” tutupnya.
Kehadiran Mingse menjadi langkah berani Bunga Reyza dalam memperluas spektrum musikalitasnya. Dengan dua persona yang berjalan beriringan, ia membuka peluang lebih luas untuk menjangkau berbagai segmen pendengar.
Strategi ini juga menunjukkan fleksibilitas seorang musisi dalam beradaptasi dengan tren tanpa kehilangan identitas utama. Bunga Reyza tetap hadir dengan ciri khas pop yang emosional, sementara Mingse menjadi ruang eksplorasi dangdut yang lebih bebas dan atraktif.




