Meryl Streep Bersiap untuk Pensiun Ketika Ditawari Bintangi Devil Wears Prada 2
LOS ANGELES - Aktris veteran Meryl Streep mengaku, bersiap untuk pensiun berakting sebelum digaet untuk kembali berperan sebagai Miranda Priestly, pemimpin redaksi majalah Runway dalam film The Devil Wears Prada 2.
"Saat aku bersiap untuk pensiun, mereka menghubungiku dan menawarkan untuk main lagi dalam sekuel TDWP. Tapi aku bilang, 'Enggak deh. Aku enggak mau," ujar aktris 76 tahun itu dikutip dari Today with Jenna+Sheinelle-NBC, pada Minggu (3/5/2026).
Namun Meryl Streep sangat percaya diri film The Devil Wears Prada 2 akan booming di pasaran. Karena itu, dia memutuskan untuk meminta kenaikan honor kepada produser film tersebut.
"Saat aku menaikkan penawaranku, mereka langsung bilang, 'Tentu saja boleh'. Ternyata perlu waktu selama ini untuk aku paham bahwa menaikkan penawaran gaji adalah sesuatu yang bisa kulakukan. Atau, mereka butuh aku banget," imbuhnya.
Film The Devil Wears Prada 2 mempertemukan kembali Meryl Streep dengan Anna Hathaway (Andy Sachs), Stanley Tucci (Nigel Kipling), dan Emily Blunt (Emily Charlton). Hathaway mengaku, merasa terhormat bisa kembali adu akting dengan Streep.
"Dia adalah seseorang yang sangat kukagumi. Seseorang yang menjalani kehidupannya dengan sangat luar biasa dan tidak pernah merasa puas. Dia selalu mendorong dirinya untuk bertumbuh sebagai seniman," ujarnya dikutip dari People, pada Minggu (3/5/2026).
Film The Devil Wears Prada 2 berkisah tentang Andy Sachs (Anne Hathaway) yang harus kehilangan pekerjaannya tepat di hari dia menerima penghargaan sebagai jurnalis feature terbaik.
Saat mempertimbangkan langkah kariernya setelah dipecat, sebuah pesan masuk ke emailnya. Pesan itu berisi penawaran untuk kembali bergabung dengan Runway, majalah tempat dirinya memulai magang sebagai asisten pribadi Miranda Priestly (Meryl Streep).
Andy Sachs dipilih karena dianggap mampu menulis artikel feature untuk 'menyelamatkan' imej Miranda yang tengah terlilit skandal. Namun pada akhirnya, kehadiran Andy di Runway tak hanya untuk menyelamatkan Miranda, karena masa depan majalah itu pun dipertaruhkan.*








