Review Film: Medieval, Melisik Perjuangan Jan Žižka dalam Merebut Kemerdekaan dan Keadilan

Review Film: Medieval, Melisik Perjuangan Jan Žižka dalam Merebut Kemerdekaan dan Keadilan

Seleb | BuddyKu | Rabu, 16 November 2022 - 09:04
share

Film tentang sejarah, perang, dan politik kekuasaan sebenarnya bukanlah genre film yang sukai. Jadi saat saya melihat poster dari film Medieval , saya tidak terlalu menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi.

Tapi, ternyata saya salah. Saya cukup terkesima, bahkan menaruh perhatian lebih untuk bisa paham jalan ceritanya hingga akhir. Apakah sebagus itu? Simak ulasan saya untuk Medieval berikut ini!

Disclaimer: Film ini ditujukan untuk penonton usia 17 tahun ke atas karena mengandung banyak adegan kekerasan, violence , brutal, dan penuh darah.

Sinopsis

review-film-medieval

Film Medieval ini bukanlah sekadar cerita perang biasa, melainkan film biografi dari kisah nyata seorang ksatria bernama Jan ika (Ben Foster). Ia adalah panglima perang di zaman perang Ceko pada abad ke-15 yang tak pernah kalah sekalipun nyawanya sudah di ujung maut. Sesuai dengan genrenya, film ini dibuka dengan sangat brutal dengan berbagai adegan perang yang terlihat nyata.

Track record sebagai panglima yang selalu menang membawanya kepada politik licik yang melibatkan banyak pihak. Ia diperintahkan untuk menculik Putri Katherine (Sophie Lowe), tunangan dari seorang bangsawan berpengaruh bernama Rosenberg (Til Schweiger) yang bersekutu dengan Sigismund (Matthew Bagus), saudara tiri dari Raja Bohemian Wenceslas (Karel Roden).

Harta, Tahta, dan Wanita

review-film-medieval

Sebenarnya Raja Bohemian Wenceslas adalah raja yang disukai rakyatnya, namun karena pengaruh dari Sigismund yang licik, ia tak berdaya dan mengeluarkan beberapa kebijakan dan aturan yang merugikan rakyat. Tujuan dari penculikan ini adalah untuk merebut kembali keadilan rakyat, karena Putri Katherine merupakan anak dari keluarga terpandang di Perancis yang juga punya kekuasaan besar.

Penculikan ini ternyata membawa Jan ika dan pasukannya ke dalam konflik yang lebih besar. Mulai dari pemberontakan, pengkhianatan, hingga tumpah darah antar saudara membuat Jan ika tidak tinggal diam. Di sini kamu akan menyaksikan bagaimana kecerdikan Jan ika dalam mengatur strategi perang dengan pasukan dan senjata yang terbatas.

Putri Katherine sebagai jaminan dari kekuasaan banyak pihak pun punya porsi penting untuk akhir dari film berdurasi 2 jam 5 menit ini. Putri Katherine yang perlahan mulai jatuh cinta dengan Jan ika membawanya pada keputusan bunuh diri dengan terjun ke jurang demi menghentikan perang. Namun, Zizka lagi-lagi kembali menyelamatkan Putri Katherine. Apakah mereka akan happy ending?

Pendapat Saya

review-film-medieval

Seperti yang sudah saya mention di atas, film ini bukanlah genre yang sukai, namun di tengah-tengah cerita saya tertarik untuk mengikuti jalan ceritanya sampai akhir. Strategi yang dibuat oleh dari Jan ika membuat saya berdecak kagum, dan membayangkan bagaimana adegan aslinya dulu.

Di awal-awal cerita saya memang merasa kesulitan untuk menghafal semua karakter sekaligus, bahkan sampai akhir pun saya masih roaming dengan silsilah politik tersebut. Menurut saya, hal ini terjadi karena pengenalan karakternya yang sangat singkat, sehingga waktu penonton untuk mendalami perannya juga terlalu cepat.

Namun, terlepas dari pengenalan karakter yang kurang, saya ingin mengapresiasi sinematografi dari film ini. Seluruh adegan perang terasa sangat brutal dan hidup. Seolah mengajak penonton menjadi saksi dalam aksi tumpah darah tersebut.

Film Medieval karya Petr Jkl ini didedikasikan untuk prestasi dan peran penting panglima Stanislav Honzik dalam mengalahkan Ordo Teutonik dan Kekaisaran Romawi.

Topik Menarik