Digempur Parts Kustom China, Kustomfest 2026 Siram Builder Lokal dengan Bahan Bakar Oktan Tinggi
Suku cadang kustom produksi massal dari China kian membanjiri pasar dan membayangi bengkel rumahan di Tanah Air. Di tengah tekanan itu, Kustomfest memasuki tahun ke-15 dengan tema “High Octane”.
Festival kustom kultur terbesar di Indonesia ini digelar 10-11 Oktober 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pukul 10.00-22.00 WIB, di area dalam dan luar ruang.
Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi menyebut kelesuan ekonomi berimbas langsung pada pelaku kustom di seluruh Indonesia. “Hal ini ditambah dengan gempuran parts kustom yang dibuat dalam skala besar dari China yang bisa menggerus pelaku industri rumahan kustom Indonesia,” ujarnya.
Karena itu, festival tahun ini diarahkan menjadi pemantik berupa ide, cara pandang baru, dan kiat menghadapi pergeseran tren.
Jalur ke Pasar Global
Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi. Foto: KustomfestKehadiran builder asing membuka akses UMKM ke pasar luar negeri. Menurut penyelenggara, komponen dan apparel buatan Indonesia kini dipajang di sejumlah negara.Sejak 2017, program Indonesian Attack membawa karya builder lokal ke Yokohama Hot Rod Custom Show (HRCS), Jepang. Tahun ini, karya terbaik peserta tampil di HRCS ke-34 pada awal Desember 2026.
Juri dan tamu dari AS dan Jepang antara lain Yuichi Yoshizawa (Custom Works Zon), Makoto Watanabe (Chopper Journal), The Nash (Burnout Mag), Takashi “Gussan” Yamaguchi (2persenter), Toshiyuki Osawa (Cheetah Custom Cycles), dan Masa Komazaki (Have Fun Flat Track Japan).
Pemenang Best of Show Born Free Show 2026, Matt Talajowski (Sugarbaby Cycles), datang pertama kali ke Indonesia, bersama debutan Suraphorn Phongsawat, Risei K, Takuya Okobu, dan Minoru Watanabe.
Kustom Bike Show serta Hot Rod & Kustom Car Show tetap jadi magnet dengan ratusan kendaraan hasil kurasi. Program baru meliputi FXR Paradise untuk pemilik Harley-Davidson FXR, SR Panic untuk pemilik Yamaha SR, All 3 Wheeler, Common Ground Collective, dan Overland Ride.
Flat Track Race di area luar mempertandingkan kelas Horizontal Engine (Cub di bawah 150 cc, FFA 2-tak dan 4-tak), Vertical Engine (di bawah 150 cc, 151-250 cc, FFA 2-tak dan 4-tak), serta Star Racer. Seringai, Kelompok Penerbang Roket, hingga Morfem mengisi panggung.Festival juga menggandeng Baznas dan Dompet Dhuafa untuk isu kebakaran hutan, serta Pemkot Yogyakarta lewat Ride For YK untuk renovasi rumah warga kurang mampu pada HUT ke-270 kota itu.
Dari Harley ke Yokohama
Penyelenggara Kustomfest 2026 memaparkan tema High Octane di tengah gempuran parts kustom China yang menekan builder lokal. Foto: KustomfestTiket dijual Rp130.000 per hari dan Rp70.000 untuk anak, daring via Artatix maupun di lokasi. Tiap tiket berhak ikut undian perjalanan ke HRCS ke-34 pada 6 Desember 2026.
Pada 2012-2019, hadiah undian berupa kendaraan kustom: Triumph T120 650 cc (2012), Harley-Davidson 1.200 cc cafe racer (2013), Volksrod (2014), BMW R65 650 cc (2015), Harley-Davidson 1.200 cc chopper (2016) dan trike (2017), Harley-Davidson Sportster (2018), serta Triumph T140 Bonneville 750 cc (2019).
Setelah absen pada 2020-2021 karena pandemi, hadiahnya chopper listrik (2022) dan pikap low rider (2023). Sejak 2024, hadiahnya perjalanan ke Jepang.
“Perjalanan panjang Kustomfest hingga tahun ini merupakan bentuk api semangat kustom yang selalu kami jaga untuk tetap menyala,” kata Lulut.

