Baru 5 Bulan Beroperasi, Pabrik BYD Subang Produksi Hampir 25.000 Mobil Elektrifikasi!
Lima bulan beroperasi, pabrik BYD di Subang baru melunasi 27 persen kewajiban produksinya, sementara harga justru bergerak naik.
Produksi lokal tidak membuat mobil BYD lebih murah. Sejak pabrik Subang, Jawa Barat, beroperasi, satu-satunya perubahan harga justru kenaikan.
Berdasarkan pantauan SindoNews di situs resmi BYD, M6 EV Standard naik Rp12 juta per Juli 2026, dari Rp383 juta menjadi Rp395 juta. Kenaikan itu datang bersama baterai baru 58 kWh, tetapi BYD tetap menyebut harganya "tetap".
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pabrik BYD di Subang Smartpolitan memproduksi 24.877 unit selama April-Agustus 2026.
Jumlah itu baru 27 persen dari kewajiban 92.000 unit, setara mobil yang diimpor BYD dengan insentif bebas bea masuk hingga Desember 2025. Sisanya 67.123 unit.
Produksi BYD Subang per Bulan
April: 198 unitMei: 1.560 unitJuni: 4.595 unitJuli: 8.788 unitAgustus: 9.736 unitHead of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menargetkan kewajiban itu tuntas dalam dua tahun.Dengan laju Agustus, sisa kewajiban bisa lunas sekitar tujuh bulan, jauh lebih cepat dari janji dua tahun. Namun, produksi Agustus baru 78 persen dari kapasitas pabrik 150.000 unit per tahun atau 12.500 unit per bulan.
Model BYD Rakitan Subang dan Harganya
Atto 1: STD Rp199 juta, Dynamic Rp210 juta, Premium Rp245 juta.M6 DM (PHEV): Rp298 juta-Rp390 juta; pesanan lebih dari 4.000 unit hingga akhir Juli 2026.M6 EV: Standard Rp395 juta, Superior Rp423 juta, Superior Captain Seat Rp433 juta. Varian Standard kini memakai baterai 58 kWh, jarak tempuh 450 km, tenaga 150 kW, torsi 310 Nm, dan 0–100 km/jam 7,9 detik.Denza D9 dijadwalkan menyusul. Atto 3, Dolphin, Seal, dan Sealion 7 tidak dirakit lokal dan hanya dijual hingga stok habis karena BYD menghentikan impor.
Mengapa Harga Tidak Turun?
Luther menyebut insentif impor dan produksi lokal dirancang setara. Ada insentif dengan kompensasi investasi, sehingga membuat struktur fiskalnya sama, impor dan produksi lokal. Artinya berarti tidak ada perubahan.Artinya, efisiensi pabrik belum dinikmati konsumen. Pasar sempat terguncang saat transisi: wholesales BYD Mei 2026 anjlok ke 895 unit dari 4.625 unit pada April.
Meski begitu, Januari-Juli 2026 wholesales BYD masih 29.826 unit, naik 81,6 persen dari 16.427 unit. Vice President BYD Co Ltd Liu Xueliang bahkan menargetkan penjualan 200.000 unit tahun depan.
FAQ
Berapa mobil BYD yang sudah diproduksi di Indonesia?Sebanyak 24.877 unit pada April–Agustus 2026.Apakah BYD rakitan lokal lebih murah?Tidak. M6 EV Standard malah naik Rp12 juta, model lain tetap.
Model apa saja yang dirakit di Subang?Atto 1, M6 DM, dan M6 EV. Denza D9 menyusul.

