Dari Importir Jadi Produsen: BYD M6 Rakitan Lokal Mejeng di Semarang
BYD M6 EV generasi terbaru kini diproduksi sepenuhnya di Indonesia. Mobil keluarga itu tampil bersama M6 DM di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026, Muladi Dome Universitas Diponegoro, 30 September-4 Oktober 2026.
Varian Standar M6 EV produksi lokal menawarkan jarak tempuh hingga 450 km, tenaga maksimal 150 kW, torsi 310 Nm, dan akselerasi 0–100 km per jam dalam 7,9 detik. Produksi berlangsung di fasilitas BYD di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Ekosistemnya melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok dan menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal. Saat kapasitas penuh, jumlah pekerja ditargetkan melampaui 20.000 orang, empat kali lipat dari sekarang.
Sejak hadir pada 2024, M6 telah dipilih lebih dari 28.600 keluarga. Mei 2026, BYD menambah M6 DM (Dual Mode) yang mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin berbahan bakar sebagai pendukung.
M6 DM diklaim memimpin segmennya tiga bulan berturut-turut dan meraih The Most Inspiring PHEV of the Year 2026 pada Juli. Sebelumnya, M6 meraih Car of the Year 2024, Best Family EV 2025, dan First EV Recommendation 2025."Kami ingin keluarga Indonesia dapat menikmati pengalaman berkendara seperti EV namun dengan fleksibilitas untuk perjalanan yang lebih jauh," kata Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan.
Dua teknologi dalam satu nama model menjadi cara BYD menjangkau konsumen yang masih ragu terhadap ketersediaan pengisian daya di luar kota. Produksi lokal memperpendek rantai pasok dan memperkuat posisi BYD sebagai produsen, bukan sekadar importir.Secara nasional, BYD menjual 40.700 unit pada Januari-Agustus 2026, setara 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik. Di Jawa Tengah, populasi kendaraan listrik BYD hingga Agustus 2026 melampaui 3.000 unit atau sekitar 37 persen dari total populasi kendaraan listrik provinsi itu. Semarang menyumbang sekitar 30 persen penjualan BYD di Jawa Tengah.
Namun, jaringan belum sebanding dengan penguasaan pasar. Dari 110 diler BYD Group secara nasional, baru tujuh berada di Jawa Tengah, sekitar 6 persen. Jumlahnya direncanakan bertambah menjadi 16 lokasi hingga ke kota-kota penyangga.
"Kami tidak hanya menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen, tetapi juga memperkuat jaringan dealer dan layanan untuk memastikan pengalaman kepemilikan yang semakin mudah dan nyaman," ujar Luther.

