DFSK Perluas Pasar SUV Hibrida ke Bali

DFSK Perluas Pasar SUV Hibrida ke Bali

Otomotif | sindonews | Kamis, 24 September 2026 - 13:55
share

PT Sokonindo Automobile memperluas pemasaran SUV berteknologi plug-in hybrid electric vehicle DFSK E5 Plus ke Bali. Peluncuran regional berlangsung di Living World Bali, Senin (22/9/2026), setelah sebelumnya model tersebut diperkenalkan di Palembang, Medan, dan Bandung.

Selama periode peluncuran yang berlangsung hingga Minggu (28/9/2026), E5 Plus dipasarkan dengan harga Rp534 juta on the road. Khusus untuk lima pembeli pertama, perusahaan menawarkan harga Rp494 juta.

Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin mengatakan, karakter mobilitas di Bali menjadi pertimbangan utama pemilihan wilayah tersebut.

"Bali memiliki karakter mobilitas yang berbeda. Sebagai salah satu destinasi dengan aktivitas yang sangat dinamis, kendaraan di Bali dituntut mampu memberikan kenyamanan untuk mobilitas harian sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan antarkawasan," ujarnya.

Pemasaran di Bali dilakukan bersama PT Bevos Auto Mandiri, mitra diler yang telah bekerja sama dengan DFSK sejak 2019.Pemilik PT Bevos Auto Mandiri Hartono Kurniawan menilai, permintaan terhadap kendaraan elektrifikasi di Bali mulai terbentuk. "Kami melihat pasar Bali semakin terbuka terhadap kendaraan dengan teknologi dan pengalaman berkendara yang lebih modern," katanya.

Dua Sumber Tenaga

E5 Plus memadukan motor listrik dan mesin bensin dalam satu sistem penggerak. DFSK menyebut pendekatan itu dengan istilah Electric for Daily, Hybrid for Journey, yakni penggunaan tenaga listrik untuk mobilitas harian dan sistem hibrida untuk perjalanan jarak jauh.Konsep tersebut menjawab persoalan yang kerap menjadi pertimbangan konsumen kendaraan listrik murni di daerah, yaitu keterbatasan stasiun pengisian.

Pada kendaraan hibrida jenis ini, pengisian daya bersifat opsional karena mesin bensin tetap dapat mengambil alih ketika baterai habis.

Kendaraan ini dipasarkan dengan konfigurasi tujuh penumpang menggunakan captain seat pada baris kedua. Ventilasi kursi tersedia pada baris pertama dan kedua, dilengkapi penanganan kebisingan, getaran, dan kekasaran kendaraan atau NVH.

Pada sektor hiburan, tersedia layar berukuran 15,6 inci untuk penumpang baris kedua serta sistem audio 13 pengeras suara. Sistem infotainmen menggunakan prosesor Snapdragon 8155, dilengkapi asisten suara Sera yang mengenali perintah berbahasa Indonesia.

Dari sisi keselamatan, E5 Plus dibekali 18 fitur advanced driver assistance system atau ADAS tingkat dua. Di antaranya adaptive lane change assist untuk perpindahan lajur dan automatic parking assist untuk parkir otomatis.Kendaraan ini juga memiliki fitur vehicle-to-load yang memungkinkan baterai digunakan sebagai sumber listrik bagi peralatan di luar kendaraan.

Suspensi independen pada bagian depan dan belakang dipadukan teknologi frequency selective damping, yang menyesuaikan karakter redaman terhadap kondisi permukaan jalan. Teknologi tersebut umumnya ditemukan pada kendaraan dengan harga lebih tinggi.

Rakitan Lokal

E5 Plus diproduksi di fasilitas manufaktur DFSK di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Proses produksi mencakup tahapan stamping, welding, painting, hingga perakitan.

Tingkat otomasi mencapai 95 persen pada proses stamping dan 90 persen pada painting. Setiap unit melewati inspeksi akhir lini produksi dan pemeriksaan akhir sebelum didistribusikan.

Kapasitas maksimum pabrik tersebut mencapai 50.000 unit per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, termasuk Asia Tenggara.

Perluasan pemasaran E5 Plus menandai pergeseran posisi DFSK di Indonesia. Sejak hadir pada 2017, merek asal China itu lebih dikenal melalui lini kendaraan niaga, antara lain pikap Super Cab dan Gelora E yang merupakan kendaraan komersial listrik pertama di Indonesia.

Selain DFSK, PT Sokonindo Automobile menaungi merek Seres yang diperkenalkan pada 2023 melalui mobil listrik perkotaan Seres E1.

Topik Menarik