MV Agusta Akui  Ada Kesulitan dalam Keuangan

MV Agusta Akui Ada Kesulitan dalam Keuangan

Otomotif | sindonews | Sabtu, 12 September 2026 - 20:09
share

MV Agusta akhirnya mengeluarkan pernyataan menanggapi laporan mengenai masalah keuangan yang sedang dihadapi perusahaan, termasuk dugaan bahwa produksi sepeda motor di pabriknya di Varese, Italia, telah dihentikan.

Produsen sepeda motor asal Italia tersebut mengakui bahwa mereka sedang melewati masa sulit, baik dari segi keuangan maupun operasional. Namun, MV Agusta menegaskan bahwa beberapa laporan yang beredar mengandung spekulasi dan informasi yang tidak lengkap.

Isu ini mencuat setelah adanya laporan yang mengklaim bahwa kegiatan produksi MV Agusta terhenti akibat kegagalan kesepakatan yang kabarnya melibatkan CFMoto.

Menurut laporan tersebut, CFMoto berencana mengakuisisi 49 persen saham MV Agusta dan memberikan suntikan modal sebagai bagian dari rencana restrukturisasi perusahaan.

Akan tetapi, MV Agusta tidak secara langsung mengonfirmasi dugaan penghentian produksi maupun rincian mengenai negosiasi dengan CFMoto tersebut.

Dalam pernyataan resminya, MV Agusta menjelaskan bahwa perusahaan telah menjalani proses pemulihan selama beberapa bulan terakhir pasca-perpisahan dengan KTM Group.Setelah perpisahan tersebut, Art of Mobility—yang dikendalikan oleh keluarga Sardarov—kembali mengambil alih kepemilikan 100 persen saham MV Agusta.

Namun, proses kembali beroperasi secara independen tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan MV Agusta dan KTM sebelumnya telah mencapai tingkat integrasi operasional dan organisasi yang tinggi.

Akibatnya, manajemen MV Agusta saat ini berupaya membangun kembali otonomi perusahaan, termasuk memulihkan proses operasional dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan bisnis.

Pada saat yang sama, MV Agusta mengonfirmasi partisipasinya dalam proses *Composizione Negoziata della Crisi* (CNC).

Singkatnya, CNC adalah mekanisme dalam hukum Italia yang dirancang untuk membantu perusahaan yang menghadapi ketidakseimbangan keuangan sementara. Melalui proses ini, perusahaan dapat bekerja sama dengan kreditur dan pemangku kepentingan—dengan bantuan tenaga profesional independen—untuk mencari solusi dan merumuskan langkah-langkah pemulihan.Menurut MV Agusta, partisipasi dalam proses CNC mensyaratkan perusahaan untuk memiliki prospek pemulihan yang konkret. Oleh karena itu, mekanisme ini dipandang sebagai langkah untuk menyeimbangkan kembali posisi keuangan perusahaan dan memperkuat operasionalnya.

Selain proses pemulihan keuangan, Art of Mobility juga sedang mengevaluasi berbagai kemungkinan terkait struktur kepemilikan MV Agusta.

Beberapa negosiasi sebelumnya telah dikaji secara mendalam namun pada akhirnya dinilai tidak cocok. Di saat yang sama, proposal-proposal lain gagal memenuhi persyaratan terkait substansi dan kredibilitas.

Kendati demikian, MV Agusta mengonfirmasi bahwa masih ada pihak dan skenario lain yang sedang dipertimbangkan.

Perusahaan tidak mengungkapkan identitas pihak-pihak yang terlibat ataupun memperjelas apakah CFMoto masih menjadi bagian dari negosiasi tersebut.Meskipun menghadapi tantangan keuangan dan operasional, kinerja penjualan MV Agusta justru menunjukkan pertumbuhan positif.

Dalam enam bulan pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 2.166 sepeda motor MV Agusta terdaftar di seluruh dunia—meningkat 3,4 persen dibandingkan dengan 2.094 unit yang terdaftar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Italia, sebagai pasar terbesar MV Agusta, mencatat peningkatan sebesar 28,8 persen, naik dari 500 menjadi 644 unit.

Kinerja positif juga terlihat di Prancis dengan peningkatan sebesar 42,3 persen, sementara pasar Amerika Serikat tumbuh sebesar 24,2 persen.

Menurut MV Agusta, angka-angka ini tidak berarti bahwa masalah keuangan dan operasional telah teratasi. Namun, hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap sepeda motor mereka tetap ada serta mencerminkan kekuatan jaringan dealer dan nilai merek perusahaan di pasar internasional. Masa Depan MV Agusta Masih Belum PastiUntuk saat ini, MV Agusta menegaskan bahwa prioritasnya adalah memastikan kelangsungan hidup perusahaan, menstabilkan operasional, dan membangun fondasi keuangan yang lebih kuat untuk masa depan.

Di saat yang sama, perusahaan tidak ingin mengomentari setiap rumor yang beredar dan hanya akan mengumumkan perubahan besar pada struktur perusahaan setelah keputusan final diambil.

Dengan demikian, meskipun MV Agusta secara terbuka mengakui sedang menghadapi kesulitan keuangan, nasib produsen sepeda motor legendaris asal Italia ini belum bisa dikatakan sudah ditentukan.

Permintaan terhadap sepeda motor mereka terus meningkat, namun pertanyaan besarnya kini adalah bagaimana MV Agusta akan mencapai stabilitas keuangan dan apakah akan ada pemilik baru atau investor yang terlibat

Topik Menarik