Jangan Langsung Dielap! Ini Cara Membersihkan Mobil yang Kena Abu Vulkanik Anak Krakatau
JAKARTA, iNews.id — Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai ditemukan menempel di sejumlah kendaraan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Kondisi ini membuat pemilik mobil perlu lebih berhati-hati saat membersihkan kendaraan.
Pasalnya, membersihkan mobil yang dipenuhi abu vulkanik tidak bisa dilakukan seperti mencuci mobil biasa. Jika abu langsung digosok menggunakan kain atau lap dalam kondisi kering, permukaan bodi hingga kaca berisiko mengalami baret.
Hal tersebut juga disampaikan figur publik Anies Baswedan melalui unggahannya saat menunjukkan kondisi mobil yang dipenuhi abu vulkanik.
Dalam pesannya, Anies mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung menggosok permukaan kendaraan yang terkena abu.
"Kalau membersihkan mobil, kaca, halaman, motor, atau perabot lain yang kena abu, siram dulu dengan air yang banyak. Jangan sampai digosok pada saat masih kering," kata Anies, dikutip Minggu (6/9/2026).
Menurut Anies, abu vulkanik dapat mengandung silika yang bersifat abrasif sehingga berpotensi menggores permukaan tertentu jika langsung digosok.
"Juga kalau naik mobil, jangan pakai wiper untuk kaca. Karena partikelnya bisa menggores permukaan," ujarnya.
Jangan Langsung Lap Abu yang Menempel
Saran Anies tersebut sejalan dengan panduan dari dunia otomotif. Menurut laporan Toyota Astra Motor, abu erupsi memiliki partikel tajam dan dapat bersifat korosif.
Karena itu, langkah pertama yang disarankan adalah menyemprot seluruh permukaan kendaraan menggunakan air sebelum melakukan pengelapan. Cara ini bertujuan meluruhkan abu terlebih dahulu sehingga tidak terjadi gesekan langsung antara partikel abu dengan cat atau kaca.
Informasi lain juga menyarankan agar kendaraan dibilas dari bagian atas kemudian secara bertahap ke bagian bawah. Pastikan abu yang menempel benar-benar luruh sebelum bodi disentuh menggunakan lap atau spons.
Berikut ini tips membersihkan kendaraan yang terkena abu vulkanik. Simak informasinya hanya di artikel ini.
Cara Membersihkan Kendaraan yang Terkena Abu Vulkanik
1. Siram Mobil dengan Air Terlebih Dahulu
Langkah pertama adalah membilas seluruh bagian mobil dengan air.
Jangan buru-buru mengambil kain microfiber untuk mengelap bodi yang masih tertutup abu. Semprotkan air secara menyeluruh mulai dari atap, kaca, kap mesin, pintu, hingga bagian bawah kendaraan.
Tujuannya agar partikel abu terangkat dari permukaan tanpa harus digosok.
Tekanan air sebaiknya cukup untuk membantu meluruhkan abu, tetapi tidak perlu berlebihan. Panduan otomotif menyarankan penggunaan tekanan rendah hingga sedang untuk menghindari risiko terhadap permukaan kendaraan.
2. Jangan Gunakan Wiper saat Kaca Masih Berabu
Bagian kaca mobil juga perlu mendapat perhatian khusus.
Anies mengingatkan agar pemilik kendaraan tidak langsung mengaktifkan wiper ketika kaca masih dipenuhi abu vulkanik.
"Kalau naik mobil, jangan pakai wiper untuk kaca. Karena partikelnya bisa menggores permukaan," kata Anies.
Abu yang masih menempel dapat menjadi material abrasif ketika terjepit antara karet wiper dan kaca. Karena itu, bersihkan kaca menggunakan air terlebih dahulu sebelum menggunakan wiper.
3. Setelah Abu Luruh, Baru Cuci dengan Sampo Mobil
Setelah sebagian besar abu terangkat, proses pencucian dapat dilanjutkan menggunakan sampo khusus mobil.
Gunakan air dan sampo dengan pH yang sesuai untuk kendaraan. Asuransi Astra, dalam panduan perawatan kendaraan yang terkena abu vulkanik, menyarankan sampo mobil dengan tingkat keasaman netral sekitar pH 7.
Pada tahap ini, pemilik mobil juga sebaiknya menggunakan kain microfiber atau alat pencuci berbahan lembut agar risiko baret semakin kecil.
Toyota Astra dalam panduan mencuci mobil menyarankan pembilasan awal sebelum permukaan kendaraan disentuh, karena debu dan partikel abrasif dapat menyebabkan baret halus jika langsung digosok.
4. Bersihkan dari Atas ke Bawah
Setelah abu vulkanik luruh, pencucian sebaiknya dilakukan secara bertahap dari bagian atas menuju bagian bawah kendaraan.
Bagian bawah mobil biasanya memiliki kotoran yang lebih berat. Dengan mencuci dari atas ke bawah, kotoran dari bagian bawah tidak kembali mengotori area yang sudah dibersihkan.
Jangan lupa memperhatikan bagian kolong mobil. Abu vulkanik yang bersifat korosif dapat meningkatkan risiko karat apabila dibiarkan menempel terlalu lama.
5. Bersihkan Wiper Secara Terpisah
Karet wiper juga tidak boleh dilewatkan.
Material abu yang menempel pada karet dapat kembali menggores kaca ketika wiper digunakan.
Karena itu, setelah proses pembilasan, bersihkan bagian karet wiper dengan air bersih. Panduan perawatan kendaraan juga menyarankan memastikan material yang menempel pada karet benar-benar terlepas sebelum wiper digunakan kembali.
6. Jangan Lupakan Bagian Dalam Mobil
Abu vulkanik bukan hanya bisa menempel di bagian luar. Partikel halus juga dapat masuk ke kabin melalui celah pintu atau jendela.
Untuk interior, gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat debu dari karpet, jok, dan bagian kabin lainnya. Hindari memukul-mukul jok atau karpet karena debu dapat kembali beterbangan dan terhirup.
Panduan Honda Indonesia juga merekomendasikan penggunaan vacuum cleaner, kuas berbulu lembut, dan kain lembut untuk membersihkan bagian interior mobil.
7. Jangan Asal Menyemprot Ruang Mesin
Pemilik mobil juga perlu berhati-hati ketika ingin membersihkan abu yang masuk ke ruang mesin.
Jangan langsung menyemprot komponen mesin dengan air bertekanan tinggi. Toyota Astra mengingatkan bahwa ruang mesin memiliki berbagai konektor, sensor, ECU, dan komponen kelistrikan yang perlu diperhatikan saat proses pembersihan.
Jika abu cukup banyak masuk ke ruang mesin atau terdapat keraguan mengenai bagian yang harus dibersihkan, lebih aman membawa kendaraan ke bengkel.
8. Setelah Bersih, Jangan Langsung Dipakai di Tengah Hujan Abu
Jika hujan abu masih berlangsung, membersihkan mobil hanya untuk kemudian memarkirkannya kembali di ruang terbuka bisa membuat abu kembali menempel. Karena itu, sebisa mungkin parkirkan kendaraan di tempat tertutup setelah dibersihkan.
Anies juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dalam kondisi abu vulkanik masih menyebar.
"Kalau harus berkendara, maka pelan-pelan saja. Karena jarak pandang bisa berkurang dan jalan jadi licin," kata Anies.
Dengan demikian, kunci membersihkan mobil setelah terkena abu vulkanik adalah jangan terburu-buru mengelap. Biarkan air bekerja meluruhkan abu terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan pencucian menggunakan produk yang sesuai.
Langkah sederhana ini penting untuk menjaga cat, kaca, wiper, hingga bagian bawah kendaraan tetap aman dari risiko baret dan korosi.
