Mampu Produksi 150.000 Mobil EV,  Teknologi Canggih Ini Ada di Pabrik BYD Subang

Mampu Produksi 150.000 Mobil EV, Teknologi Canggih Ini Ada di Pabrik BYD Subang

Otomotif | sindonews | Jum'at, 4 September 2026 - 13:04
share

Mampu Produksi 150.000 Mobil EV, Teknologi Canggih Ini Ada di Pabrik BYD Subang

Subang - Keputusan BYD untuk membangun fasilitas manufaktur di Indonesia merupakan bagian dari pandangan jangka panjang perusahaan terhadap potensi Indonesia dalam perkembangan industrikendaraan energi baru di Asia Tenggara.

Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan arah Pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi energi dan implementasi mobilitas hijau danberkelanjutan.

Sejalan dengan arah tersebut, pangsa kendaraan energi baru di Indonesia meningkat dari sekitar 1 pada 2022 menjadi 23 pada Juli 2026, mencerminkan semakin cepatnya adopsi teknologi elektrifikasi di Indonesia.

Pertumbuhan ini sekaligus memperkuat landasan bagi pengembangan kapasitas produksi dan industri pendukung kendaraan energi baru di dalam negeri.

Bagi BYD, penerimaan pasar yang positif tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju produksi lokal. BYD secara bertahap membangun fondasi bisnis dan ekosistemnya di tanah air. Sejak memasuki pasar pada Januari 2024, BYD memperluas basis konsumennya sekaligus membangun jaringanpenjualan dan layanan di berbagai wilayah. Pada periode Januari hingga Juli 2026, BYD Indonesia mencatat penjualan sebanyak 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35.

Hingga saat ini, BYD telah mengirimkan lebih dari 100.000 kendaraan energi baru kepada konsumen Indonesia dengan ekspansi jaringan penjualan serta layanannya di lebih dari 100 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Selain kendaraan listrik berbasis baterai (EV), BYD juga memperluas pilihan teknologi elektrifikasi melalui pengenalan Dual Mode (DM) pada Mei 2026. Kehadiran teknologi DM melengkapi strategi EV + DM BYD di Indonesia, memberikan pilihan mobilitas elektrifikasi yang lebih beragam sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik konsumen.

Dengan pilihan teknologi elektrifikasi yang semakin lengkap,BYD memimpin penjualan kendaraan energi baru di Indonesia, dengan BYD M6 DM mencatatkan kontribusi terbesar di segmen DM selama tiga bulan berturut-turut.

Penerimaan kehadiran teknologi baru tersebut juga menjadi fondasi penting bagi BYD untuk membawa perjalanannya di Indonesia ke babak yang baru. Seiring dengan pertumbuhan basis pelanggan dan pasar kendaraan energi baru, pengembangan manufaktur lokal menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterlibatan BYD dalam industri nasional serta membangun kemampuan manufaktur yangsemakin dekat dengan pasar dan ekosistem Indonesia.

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun, fasilitas manufaktur yang dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan sejak dimulainya pembangunan kini membawa perjalanan BYD ke tahap berikutnya, menuju penguatan struktur transisi energi dan keterlibatan kendaraan energi baru dalam industri nasional. Dikembangkan dengan memanfaatkan pengalaman BYD dalam membangun fasilitas produksi di berbagai pasar dunia, Subang membawa pengalaman dan teknologi manufaktur global ke Indonesia serta mendukung visi BYD untuk menghadirkan “The Most Advanced Factory in Indonesia”.

Karenanya, fasilitas ini dirancang dengan tingkat otomatisasi yang tinggi dan didukung oleh sistem produksi cerdas yang terintegrasi. BYD juga terus menghadirkan teknologi manufaktur dan standar proses produksiyang diyakini sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, sekaligus menjadikan fasilitas ini sebagaiinvestasi terbesar di Kabupaten Subang.

“Kehadiran fasilitas manufaktur BYD di Subang memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar memproduksi kendaraan di Indonesia. Ini merupakan langkah untuk membangun kapabilitas bersama, membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, mengembangkan talenta dan keterampilan, sertamemperkuat keterlibatan industri Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru,” ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.

Selain mengikuti rangkaian peresmian, para partisipan juga mendapatkan kesempatan untuk memperdalam informasi mengenai BYD melalui area yang menampilkan berbagai produk BYD yang telah hadir di Indonesia, informasi mengenai teknologi, serta perjalanan perusahaan dalam mengembangkan kendaraan energi baru.

Untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam, para tamu dan media berkesempatan untuk mengikuti factory tour untuk melihat secara langsung proses manufaktur kendaraan energi baru BYD di Subang.

Pengalaman tersebut membawa mereka mengikuti perjalanan sebuah kendaraan dari struktur dasar hingga menjadi kendaraan yang siap digunakan pelanggan. Tiga rangkaian utama manufaktur yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut adalah Welding, Painting, dan Final Assembly, yang saling terhubung dalam satu proses produksi.Di area Welding, para tamu dapat melihat bagaimana struktur dasar kendaraan dibentuk secara bertahap hingga menjadi kerangka bodi yang utuh. Area ini menerapkan sistem produksi fleksibel multi-model, yang memungkinkan berbagai model kendaraan diproduksi pada lini yang sama.

Proses tersebut didukung kombinasi teknologi otomatisasi dan robotik untuk membantu menjaga presisi dan konsistensi selama pembentukan bodi kendaraan.

Beranjak ke Painting, proses manufaktur berfokus pada memberikan perlindungan terhadap bodi kendaraan sekaligus memastikan kualitas permukaan dan tampilan eksterior.

Sistem produksi dan quality control terintegrasi digunakan untuk memantau proses secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan permukaan dan kualitas pengecatan. Area ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dan keterampilan karyawan berjalan berdampingan dalam menjaga standar produksi.

Sementara itu, Final Assembly memperlihatkan tahap ketika berbagai komponen kendaraan disatukan hingga menjadi kendaraan yang siap digunakan pelanggan. Prosesnya mencakup perakitan, pemeriksaan, penyetelan, hingga pemeriksaan akhir sebelum kendaraan meninggalkan fasilitas. Setiap kendaraan melalui pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan memenuhi persyaratan sebelum dikirim kepada pelanggan.

Ketiga rangkaian tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana otomatisasi, digitalisasi, fleksibilitas produksi, pengendalian kualitas, dan pengembangan keterampilan karyawan diterapkan secara terintegrasi dalam fasilitas manufaktur BYD Indonesia.

Teknologi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari proses manufaktur yang menghubungkan produksi, kualitas, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dengan fondasi manufaktur lokal yang semakin kuat, pengembangan sumber daya manusia, keterlibatan rantai pasok, serta komitmen untuk terus mengembangkan kapabilitas manufaktur dan ekosistem kendaraan energi baru, BYD akan terus memperkuat kehadiran jangka panjangnya di Indonesia.

Subang menjadi bagian dari perjalanan tersebut, menghubungkan pengalaman global BYD dengan kemampuan lokal Indonesia dan membuka babak baru bagi “Made in Indonesia” untuk menjangkau pasar dunia.

Topik Menarik