Honda Culture Indonesia 2026: Menjaga Warisan di Tengah Zaman yang Berubah

Honda Culture Indonesia 2026: Menjaga Warisan di Tengah Zaman yang Berubah

Otomotif | sindonews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 22:12
share

Malam itu di Wonder Alley, BSD City, Honda tidak menjual satu unit mobil pun. Yang mereka kumpulkan justru lebih dari 250 mobil, dari berbagai merek. Ratusan penggemar otomotif tumpah di sana. Itulah cara Honda bertahan sekarang: bukan lewat mobil baru, tapi lewat rasa memiliki.

Lebih dari 10 tahun PT Honda Prospect Motor (HPM) membangun kultur otomotif di Indonesia. Dimulai dari Honda Day, tahun 2016. Awalnya sekadar ajang kumpul komunitas Honda dari berbagai daerah. Sederhana. Tapi jadi bibit yang tumbuh.

Zaman berubah. Kultur otomotif kian merambah dunia kreatif, musik, dan gaya hidup. Maka lahir Honda Fastival. Lalu pada 2024, berevolusi lagi menjadi Honda Culture Indonesia.

Kini, memasuki 2026, Honda Culture Indonesia masuk babak baru. Bukan lagi sekadar acara tahunan. Melainkan platform kolaborasi yang mempertemukan komunitas, creative collective, kreator, dan automotive enthusiasts.Temanya jelas: Culture. Evolved. Diperkenalkan Honda di ajang GIIAS 2026. Sama seperti produk Honda yang terus berkembang tanpa meninggalkan karakter engineering, performa, dan joy of driving, kultur Honda pun begitu. Bentuknya berubah. Jiwanya tidak.

Bahkan logo Honda yang baru pun bicara soal itu. Melambangkan keterbukaan, untuk merangkul lebih banyak ide, kolaborasi, dan komunitas ke depan.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Honda mengubah pendekatan. Konsepnya: Night Car Meet Up & Street Culture.

Terinspirasi dari budaya night meet di Jepang. Digabung dengan sejarah car culture Indonesia sendiri: Lintas Melawai dan Parkir Timur. Dua nama yang, bagi generasi lama, penuh nostalgia. Sepanjang 2026, Honda menggandeng tujuh komunitas dan penyelenggara: Hondamn, The Elite, The Crew, Carwalk, Carsthetic, Jazz Fit Sunday Coffee, dan The ManCave Indonesia. Digelar berpindah-pindah kota.

Puncaknya sementara terjadi pada 7 Agustus 2026, di Wonder Alley, BSD City. Untuk pertama kalinya, seluruh komunitas dan kolaborator sepanjang tahun dipertemukan dalam satu malam.

Hasilnya: lebih dari 250 mobil berbagai merek hadir. Ratusan automotive enthusiasts tumpah. Otomotif, musik, dan lifestyle melebur jadi satu suasana.

Setelah BSD City, giliran Surabaya, Surakarta, Bandung, dan Makassar. Lima kota. Satu semangat yang sama.Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor, punya cara sendiri menjelaskan strategi ini. "Memahami ke mana kultur otomotif akan berkembang," katanya, selalu dimulai dari mengingat dari mana kultur itu berasal. "Karena itu Honda Culture Indonesia terus berevolusi, tapi tetap menjaga karakter asalnya," ungkap Arfi, sapaan akrabnya. Satu kalimat penutupnya menarik untuk dicatat: “car culture belongs to everyone”.

Puncak dari seluruh rangkaian ini baru terjadi November 2026, di Jakarta. Mempertemukan komunitas, creative collective, pelaku industri kreatif, dan automotive enthusiasts lintas latar belakang. Sebuah perayaan. Bukan sekadar pameran.

Topik Menarik