Ferrari Ingin Jadikan Lampu Belakang sebagai Aerodinamika Aktif

Ferrari Ingin Jadikan Lampu Belakang sebagai Aerodinamika Aktif

Otomotif | sindonews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:26
share

Ferrari tampaknya sedang mencari cara kreatif lain untuk meningkatkan aerodinamika mobilnya; kali ini dengan menjadikan lampu belakang sebagai bagian dari sistem aerodinamika aktif.

Gagasan ini terungkap melalui paten baru Ferrari bernomor 20260242013, yang memperlihatkan bagaimana unit lampu belakang dapat bergerak keluar dari posisi aslinya untuk mengubah aliran udara dan meningkatkan gaya aerodinamis di bagian belakang mobil.

Menariknya, dalam kondisi normal, lampu tersebut berfungsi layaknya lampu belakang konvensional. Lampu ini terletak di dalam saluran aerodinamis di belakang kokpit, tepatnya di bawah spoiler belakang dan di atas diffuser.

Namun, saat sistem aerodinamika aktif dibutuhkan, sebuah aktuator akan menggerakkan seluruh unit lampu ke arah belakang dan atas hingga keluar dari saluran tersebut.

Pada posisi ini, rumah lampu itu sendiri berperan sebagai permukaan aerodinamis tambahan yang berinteraksi dengan aliran udara dari sayap belakang.

Secara tidak langsung, hal ini membantu meningkatkan beban aerodinamis di bagian belakang mobil.Selain itu, paten tersebut juga memperlihatkan posisi ketiga yang memungkinkan unit lampu menghalangi sebagian saluran aerodinamis.

Yang lebih menarik lagi, Ferrari menggunakan dua unit lampu yang dapat dikendalikan secara terpisah. Ini berarti aliran udara di sisi kiri dan kanan mobil berpotensi diatur secara individual, bergantung pada situasi berkendara.

Pada dasarnya, konsep ini memungkinkan Ferrari menggabungkan fungsi pencahayaan dan aerodinamika dalam satu komponen yang sama, sehingga mengurangi ketergantungan pada komponen aerodinamika tambahan yang lebih mencolok.

Versi yang Lebih Sederhana untuk Purosangue

Selain desain supercar ekstrem yang ditampilkan dalam sketsa paten, Ferrari juga memperlihatkan penerapan lain yang lebih sederhana pada model Purosangue.Untuk versi ini, tidak ada saluran aerodinamis yang rumit seperti pada konsep pertama. Sebaliknya, seluruh unit lampu belakang dapat diputar ke arah belakang dan atas hingga melewati ujung spoiler.

Perubahan posisi ini akan memengaruhi aliran udara di belakang kendaraan, sehingga memberikan kendali lebih besar bagi insinyur Ferrari atas karakteristik aerodinamis mobil tanpa harus menggunakan komponen aerodinamika statis yang berukuran besar.

Faktanya, pendekatan ini juga memungkinkan desain mobil tetap terlihat lebih bersih saat sistem tidak digunakan, karena lampu akan kembali ke posisi semula. Namun, adanya paten tidak serta-merta berarti teknologi ini akan digunakan pada model produksi Ferrari dalam waktu dekat.

Seperti kebanyakan paten otomotif, hal ini kemungkinan besar hanya bertujuan untuk melindungi gagasan dan teknologi yang sedang dijajaki oleh pabrikan tersebut.

Akan tetapi, jika Ferrari benar-benar ingin menerapkannya pada kendaraan jalan raya, versi yang lebih sederhana—seperti yang terlihat pada Purosangue—mungkin lebih praktis untuk diwujudkan terlebih dahulu.

Bagaimanapun juga, jika sebelumnya sayap, spoiler, dan diffuser bergerak dianggap sebagai hal yang lumrah dalam dunia aerodinamika aktif, kini Ferrari menunjukkan bahwa lampu belakang pun berpotensi berperan dalam mengatur aliran udara.

Topik Menarik