Gaikindo Serahkan Kepemimpinan ASEAN Automotive Federation ke Malaysia
JAKARTA, iNews.id – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyerahkan kepemimpinan ASEAN Automotive Federation (AAF) kepada Malaysian Automotive Association (MAA) untuk periode 2026–2028. Serah terima yang digelar pada 31 Juli 2026 itu menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi industri otomotif di kawasan Asia Tenggara.
Pergantian kepengurusan tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Gaikindo pada periode 2022–2025. Di bawah kepemimpinan baru, MAA berkomitmen melanjutkan berbagai program strategis guna memperkuat daya saing industri otomotif ASEAN.
AAF akan tetap menjalankan perannya sebagai wadah utama pelaku industri otomotif di Asia Tenggara sekaligus menjadi penghubung antara sektor swasta, Sekretariat ASEAN, dan pemerintah negara-negara anggota.
Ke
tua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty mengatakan, penyerahan kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi masa depan industri otomotif kawasan.
"Selama dua tahun terakhir, kepemimpinan Indonesia berfokus pada penguatan rantai nilai, percepatan transisi menuju kendaraan energi baru yang ramah lingkungan, serta peningkatan dialog kebijakan antarnegara. Penyerahan kepemimpinan kepada Malaysia ini bukanlah akhir, melainkan awal dari hubungan yang lebih kuat antara Indonesia, Malaysia, dan seluruh negara ASEAN untuk menciptakan sektor otomotif kawasan yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan," ujarnya.
Pada periode kepemimpinan 2026–2028, AAF menetapkan sejumlah agenda prioritas. Salah satunya adalah penyelarasan aturan dan kebijakan kendaraan bermotor, termasuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), agar standar di seluruh negara ASEAN semakin seragam.
Selain itu, AAF akan terus menyampaikan aspirasi industri kepada para menteri ekonomi dan lembaga terkait di kawasan ASEAN. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang lebih terintegrasi dan mendukung pertumbuhan industri otomotif regional.
Agenda lainnya adalah memperkuat kerja sama antarnegara anggota agar selaras dengan peta jalan pengembangan industri otomotif ASEAN menuju 2030. Fokus ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan di tengah pesatnya transformasi industri otomotif global.
Melalui estafet kepemimpinan dari Gaikindo kepada MAA, kerja sama yang telah terbangun selama ini diharapkan terus berlanjut. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi industri otomotif Asia Tenggara sehingga semakin kompetitif di pasar global.







