Dorong Efisiensi, Produsen Kembangkan Ban Bidik Sektor Pertanian
JAKARTA - Ban pada mobil punya peruntukan berbeda. Ban untuk perkotaan dan penggunaan di area tambang ataupun perkebunan biasanya punya karakter berbeda.
Hal ini lantaran berbeda medan jalan yang dilalui. Pada daerah perkotaan, aspal mulus dan rata.
Namun, ini berbeda dengan area perkebunan. Jalanan berbatu, kerikil, maupun tanah masih kerap dijumpai.
Melihat potensi tersebut, produsen ban Sailun menyikapinya dengan memasarkan sejumlah model di Indonesia.
Sailun memiliki teknologi ban Maxam yang dapat membantu pelanggan menekan Total Cost of Ownership (TCO) serta peningkatan efisiensi operasional.
Teknologi ini untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian, konstruksi, dan kehutanan di Indonesia yang memiliki tantangan operasional tinggi, sekaligus membantu menurunkan biaya operasional per jam kerja.
“Tahun ini, kami tidak hanya menampilkan produk ban secara konvensional, tetapi menghadirkan pengalaman imersif yang menunjukkan bagaimana teknologi compound dan desain struktur ban kami dapat meningkatkan produktivitas di lapangan, mengoptimalkan utilisasi alat, serta menekan total cost of ownership," ujar Director of Off-the-Road Tires, Sailun Asia, James, Jumat (31/7/2026).
"Teknologi ban Maxam juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan jangka panjang Indonesia,” tuturnya.
Sailun menampilkan lima ban Maxam pada pameran Inagritech 2026. Kelimanya dirancang untuk berbagai aplikasi kerja berat.
Kelimanya adalah 12.4-24 MAXAM MS950 – 8PR Bias Agricultural Drive Tire,17.5-25 MAXAM MS913 – 16PR Industrial & Wheel Loader Tire, 13.00-24 MAXAM MS905 – 12PR Motor Grader & Industrial Tire, 280/70R16 MX MS951R – 112D/115A8 Radial Agricultural Tire, serta 400/60-15.5 MAXAM MS968A – 16PR Flotation Tire untuk Agricultural Equipment.









