Farizon Boyong 4 Mobil Listrik Komersial di GIIAS 2026, Tantang Pemain Lama

Farizon Boyong 4 Mobil Listrik Komersial di GIIAS 2026, Tantang Pemain Lama

Otomotif | inews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 10:49
share

TANGERANG, iNews.id - Farizon menunjukkan keseriusannya bersaing di pasar kendaraan listrik komersial Indonesia. Melalui ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Farizon membawa empat model kendaraan niaga listrik yang menyasar kebutuhan bisnis, mulai dari distribusi barang hingga transportasi penumpang.

Kehadiran Farizon di GIIAS 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi di segmen kendaraan komersial berbasis energi baru yang mulai berkembang di Indonesia. Merek ini menawarkan solusi mobilitas listrik yang diklaim mampu menjawab kebutuhan efisiensi operasional para pelaku usaha.

Empat kendaraan yang dipamerkan Farizon terdiri atas Farizon V8E Cargo Van, Farizon F3E Super Cargo, Farizon V8E Van, dan Farizon SV Medium Roof.

Farizon V8E Cargo Van dirancang untuk mendukung kebutuhan distribusi perkotaan dengan sistem penggerak listrik. Sementara Farizon F3E Super Cargo menjadi salah satu model unggulan dengan kapasitas ruang angkut hingga 12 meter kubik dan jarak tempuh lebih dari 400 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Adapun Farizon V8E Van menawarkan kombinasi antara fungsi kendaraan komersial dan kenyamanan kabin, sedangkan Farizon SV Medium Roof menyasar kebutuhan transportasi penumpang skala menengah.

Direktur PT Arista Auto Elektrindo, Christoforus Ronny, mengatakan keikutsertaan Farizon di GIIAS 2026 merupakan bentuk komitmen untuk mendukung efisiensi industri logistik nasional melalui kendaraan ramah lingkungan.

“Keikutsertaan Farizon di GIIAS 2026 menjadi bukti nyata komitmen jangka panjang kami dalam mendukung efisiensi industri logistik nasional yang ramah lingkungan,” katanya di GIIAS 2026.

Tidak hanya mengandalkan produk, Farizon juga menyiapkan strategi produksi lokal untuk memperkuat daya saing. Model Farizon V8E Cargo Van dan Farizon F3E Super Cargo akan diproduksi melalui skema Completely Knocked Down (CKD) bersama PT Handal Indonesia Motor (HIM).

Langkah tersebut menjadi upaya Farizon membangun rantai pasok kendaraan listrik komersial di dalam negeri sekaligus menghadirkan produk yang lebih kompetitif bagi konsumen Indonesia.

Selain menawarkan teknologi kendaraan listrik, Farizon juga menyoroti aspek efisiensi biaya kepemilikan atau Total Cost of Ownership (TCO). Strategi ini menyasar pelaku usaha seperti perusahaan logistik, layanan kurir, hingga operator transportasi yang ingin menekan biaya operasional.

Dalam kesempatan yang sama, Farizon melalui PT Arista Auto Elektrindo juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah perusahaan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Lima perusahaan yang menjadi mitra adalah PT Yutaka Transport, PT Day Trans, PT Makmur Berkat Solusi, CV Anugerah Karya Mandiri, dan PT Blue Star Karsa Unggul.

Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan kendaraan komersial listrik untuk mendukung kebutuhan armada yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini adalah bukti nyata bahwa sektor industri transportasi dan logistik di Indonesia semakin siap beralih ke solusi mobilitas yang ramah lingkungan. Kami percaya, dengan menghadirkan produk Farizon yang efisien dan canggih, para mitra dapat mengoptimalkan biaya operasional sekaligus berkontribusi nyata pada pengurangan emisi karbon,” ujar Direktur PT Arista Auto Abadi Endro Nugroho.

Dari sisi layanan purna jual, PT Arista Auto Abadi memastikan dukungan jaringan dealer dan tim teknis untuk menjaga operasional kendaraan para mitra tetap optimal. 

“Kami di Arista Auto Abadi berkomitmen untuk memastikan para mitra mendapatkan pengalaman kepemilikan dan layanan purna jual terbaik. Jaringan diler dan tim teknis kami siap mendampingi kebutuhan operasional kelima perusahaan ini secara maksimal agar armada dapat beroperasi secara optimal di lapangan,” ujarnya.

Membawa empat model kendaraan listrik komersial, rencana produksi lokal, serta menggandeng pelaku industri, Farizon menantang pemain lama sekaligus mempercepat adopsi kendaraan niaga listrik di Indonesia.

Topik Menarik