Toyota Transfer Teknologi Mesin Bensin dan Diesel Terbaru di Indonesia
JAKARTA, iNews.id – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mentransfer teknologi mesin kendaraan terbaru. Langkah ini dilakukan melalui penyerahan mesin bensin dan diesel generasi terkini untuk meningkatkan kompetensi siswa di Indonesia sesuai kebutuhan industri otomotif modern.
Masing-masing, TMMIN menyerahkan satu unit mesin Toyota tipe 2TR berbahan bakar bensin kepada SMKN 1 Denpasar, serta mesin Toyota tipe 2GD diesel kepada SMK Rekayasa Denpasar. Kedua mesin tersebut akan digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO).
Melalui donasi alat peraga tersebut, para siswa diharapkan dapat mempelajari teknologi mesin kendaraan terbaru secara langsung sehingga memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap perkembangan teknologi otomotif dan siap memasuki dunia kerja.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan investasi terbesar bagi industri bukan hanya pada teknologi, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).
"Investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. Karena itu, kami memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri. Melalui dukungan fasilitas pembelajaran dan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak lulusan SMK yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/7/2026).
Perluasan program ini menjadi tonggak baru bagi TMMIN karena untuk pertama kalinya program sekolah binaan hadir di Provinsi Bali. Sejak dimulai pada 2017, program tersebut telah menjangkau 30 SMK binaan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada 2026, TMMIN memperluas cakupan ke Bali dan Lombok dengan menambah empat sekolah binaan baru sehingga total menjadi 34 SMK di seluruh Indonesia.
Tak hanya menghadirkan teknologi mesin terbaru, TMMIN juga memperkuat transfer pengetahuan melalui pelatihan kompetensi guru, penerapan standar industri Toyota, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
Pendekatan tersebut bertujuan membangun budaya kerja industri sejak di bangku sekolah, mulai dari disiplin, keselamatan kerja, kualitas, hingga semangat continuous improvement. Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki karakter profesional yang dibutuhkan industri.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana menegaskan kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang berkelanjutan.
"Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan. Ketika sekolah memiliki akses terhadap pembelajaran berstandar industri, guru terus mengembangkan kompetensinya, dan siswa memperoleh pengalaman praktik yang relevan, maka akan lahir talenta-talenta yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan," katanya.
Melalui filosofi Make People Before Make Product, TMMIN menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan industri nasional sekaligus mendukung revitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia.
