BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
BYD M6 DM lolos uji Jakarta-Sentul-Serpong menggunkan motor listrik penuh. Baterai masih sisa 33 persen. Berikut harga, spesifikasi, dan cara kerja teknologinya.
65 kilometer per liter. Angka itu setara konsumsi motor matic. Tapi ini MPV tujuh penumpang. Wajar kalau orang curiga: ini klaim pabrikan, atau benar-benar terjadi di jalan?
BYD menjawabnya lewat uji jalan nyata. SindoNews membawa BYD M6 DM dari Sudirman menuju Sentul, lalu Serpong, dan kembali ke Sudirman — total 150 km, full mode listrik. Hasilnya: dari pengujian beberapa media dan mobil berbeda, baterai tersisa 20 persen-30 persen. Nyaris tanpa bensin. Rute ini melewati jalanan padat Sudirman, tol Jagorawi yang macet di kecepatan 60 kpj, sampai kontur tanjakan-turunan ringan menuju Sentul. Motor listrik tetap jadi penggerak utama di semua kondisi itu.
Bagaimana Mesin DM Bekerja
Jantungnya mesin bensin 1.500 cc, 4 silinder, naturally aspirated dengan teknologi Atkinson cycle. Tenaga puncaknya 72 kW dengan torsi 125 Nm. Tapi mesin ini bukan penggerak utama — dia cuma "asisten". Efisiensi termalnya 46,06 persen, salah satu yang tertinggi di industri otomotif saat ini.Penggeraknya sesungguhnya motor listrik EHS 5.0, berputar sampai 15.000 rpm, terintegrasi dalam sistem kontrol 7-in-1 dengan kemampuan komputasi chip naik 146 persen. Gabungan keduanya menghasilkan total tenaga sekitar 207 hp, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 9,1 detik.Sistem DM 5.0 punya tiga mode otomatis. Mode EV: baterai penuh, motor listrik kerja sendiri, mesin bensin diam. Mode series hybrid: baterai mulai turun, mesin bensin menyala — tapi hanya untuk mengisi ulang baterai, bukan menggerakkan roda langsung. Mode parallel hybrid: butuh tenaga ekstra saat akselerasi atau kecepatan tinggi, mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama. Semua perpindahan ini terjadi otomatis, tanpa hentakan yang terasa di kabin.
Kenapa Bisa 65 Km/Liter?
Operation Director PT BYD Motor Indonesia, Nathan Sun, menjelaskan bahwa motor listrik mendominasi sekitar 80 persen dari pengendaraan normal. Mesin bensin lebih banyak bekerja di belakang panggung, sebagai generator pengisi baterai. Filosofinya "electric-first" — bukan hybrid yang sekadar membantu mesin bensin, tapi sebaliknya.Baterainya Blade Battery berbasis Lithium Iron Phosphate (LFP), kapasitas 18,3 kWh, diletakkan di bawah lantai mobil. Dalam mode listrik murni, jarak tempuhnya mencapai 100 km berdasarkan pengujian WLTP — cukup untuk komuter harian dalam kota tanpa menyentuh bensin sama sekali.
Kalau baterai dan tangki bensin 52 liter sama-sama penuh, jarak tempuh total bisa mencapai 1.300 km. Pengisian DC Fast Charging mendukung hingga 26 kW, dari 30 ke 80 persen hanya butuh 30 menit — cukup untuk istirahat sebentar di rest area tol.
Sistem manajemen termal diklaim menghemat energi hingga 10 persen dalam suhu tinggi khas Indonesia. Blade Battery juga punya ketahanan siklus tinggi di suhu ekstrem.
Validasi di Sumatera Utara
Setelah uji Jakarta, BYD memperluas pengujian ke Sumatera Utara — dipilih karena kontur jalan dan tanjakan antar kota yang lebih menantang dibanding Jakarta."Indonesia memiliki karakteristik mobilitas yang sangat beragam, mulai dari penggunaan harian di perkotaan hingga perjalanan antarkota dan jarak jauh. Kehadiran teknologi DM memberikan alternatif yang semakin relevan bagi masyarakat yang ingin merasakan manfaat elektrifikasi dengan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi," kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Kabin dan Fitur
Dimensinya 4.710 x 1.810 x 1.690 mm, identik dengan M6 EV. Bedanya di tampang depan: grille trapesium lebih besar untuk kebutuhan pendinginan mesin bensin, plus cladding hitam di over fender dan side skirt yang memberi kesan crossover.Kapasitas tujuh penumpang, dengan jok baris ketiga bisa dilipat rata lantai sehingga bagasi fleksibel dari 180 hingga 580 liter. Pengemudi setinggi 175 cm masih punya ruang lutut lega di baris kedua. Tuas transmisi sudah pindah ke belakang setir — tinggal pilih P, R, N, D — membuat konsol tengah lebih luas.
Dashboard dilengkapi speedometer digital TFT, head unit dengan Apple CarPlay dan Android Auto, wireless charger, ambient LED, AC auto climate. Varian Cross sudah membawa ADAS cukup lengkap: Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, Blind Spot Monitoring, Autonomous Emergency Braking, Vehicle Stability Control, kamera 360 derajat, dan sensor parkir.
