Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider

Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider

Otomotif | sindonews | Selasa, 9 Juni 2026 - 21:34
share

Meninggalkan hiruk pikuk mobil-mobil berkecepatan tinggi di lintasan balap F1, juara dunia Lewis Hamilton menikmati perjalanan seru di kota dengan mobil klasik berkarakter Amerika yang khas.

Selama balapan F1 di Miami, pembalap legendaris Lewis Hamilton memutuskan untuk sementara waktu meninggalkan mobil supernya yang rendah dan memiliki traksi tinggi untuk menjelajahi perspektif yang sama sekali berbeda tentang budaya otomotif Amerika.

Di East Los Angeles, juaraduniatujuh kali ini berkesempatan untuk merasakan budaya Chicano Lowrider – gaya modifikasi mobil klasik yang unik yang menampilkan sistem suspensi hidrolik yang dapat menaikkan, menurunkan, atau bahkan membuat mobil "menari" mengikuti musik.

Di sini, Hamilton bertemu Chino Vega, seorang anggota veteran dari Imperials Car Club yang bergengsi, sebuah klub mobil klasik yang didirikan pada tahun 1965. Vega memperkenalkan bintang F1 itu pada mobil kesayangannya: sebuah Chevrolet Impala tahun 1964 berwarna merah permen, yang dijuluki "Gypsy Rose."

Ini bukan mobil biasa, melainkan ikon warisan, yang dilestarikan dalam Daftar Warisan Kendaraan Nasional AS karena nilai historisnya dan pembuatan kustom yang luar biasa.Meskipun terbiasa mengendalikan mesin berkecepatan tinggi paling kompleks di planet ini, Hamilton tetap sangat bersemangat untuk mengambil kemudi dan menekan sakelar yang mengontrol sistem suspensi hidrolik, menyebabkan mobil seberat hampir 2 ton itu memantul dan bergoyang.

Setelah itu, dia dan Tuan Vega melakukan perjalanan santai menyusuri jalan-jalan ikonik di East LA dan melintasi Jembatan Whittier Boulevard yang bersejarah di bawah lampu malam.

Bagi Hamilton, perjalanan ini memiliki makna spiritual yang mendalam yang melampaui aspek teknis. Ia berbagi:"Ini bukan hanya tentang mobil. Ini tentang komunitas, tentang keluarga, dan bagaimana budaya unik ini menyatukan orang-orang lintas generasi."

Budaya Lowrider, yang berakar di komunitas Meksiko-Amerika sejak pertengahan abad ke-20, mengubah kendaraan menjadi karya seni bergerak untuk mengekspresikan kebanggaan akan identitas dan kreativitas, serta menentang prasangka sosial.

Apresiasi dan integrasi yang tulus dari seorang bintangolahragaglobal seperti Hamilton telah membuatnya mendapatkan rasa hormat yang besar dari komunitas Lowrider setempat

Topik Menarik