Harga BBM Naik, Toyota Akui Pasar Bergeser ke Mobil Hybrid
JAKARTA, iNews.id - Harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas pada penjualan kendaraan hybrid (hybrid electric vehicle/HEV). Pengguna mobil kini lebih memilih kendaraan lebih efisien.
Kondisi ini diakui Toyota. Mereka mengungkapkan untuk Veloz Hybrid sejak diperkenalkan pada November 2026, surat pemesanan kendaraan (SPK) sudah lebih dari 10.000 unit.
"Ini impact dari kondisi saat ini. BBM naik dan ekonomi sedang ada challange konsumen lebih smart memilih kendaraan yang efisien sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing, untuk kebutuhan dalam kota maupun luar kota," ujar Marketing Director PT TAM, Bansar Maduma di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
"Kami melihat ada tren kenaikan khususnya di mobil-mobil hybrid kami. Bukan hanya di Veloz tapi juga model lain seperti Toyota Zeninx Hybrid," katanya.
Untuk kenaikkan harga bahan bakar diesel apa ada dampaknya terhadap penjualan model kendaraan ini? Bansar menyebutkan pihaknya terus memonitor kondisi yang ada.
"Kita terus monitor. Pastinya ada (dampak). (Namun) konsumen tentunya mendapat pilihan kendaraan yang lebih efisien dari model kendaraan kami, mereka dapat memilih sesuai kebutuhan," ucapnya.
Bagaimana dengan model plug in Hybrid (PHEV) di mana brand China banyak masuk, apakah Toyota akan menggarap pasar tersebut? Binsar menegaskan Toyota saat ini masih fokus pada model Hybrid.
"Kita lebih banyak varian dari Hybrid, melihat kebutuhan saat ini adalah Hybrid. Tapi tidak menutup kemungkinan menghadirkan PHEV. Saya rasa untuk saat ini Hybrid adalah pilihan tepat," ujarmya.
Adapun untuk penjualan wholesales pada April 2026, Toyota masih menjadi brand dengan penjualan mobil tertinggi mencapai 25.686 unit. Kontribusi terbesar model MPV, yaitu Innova Zenix (reborn/hybrid) 3.656 unit, Avanza 2.366 unit, dan Veloz Hybrid 2.325 unit.





