Baru Diborong Indonesia, Mobil Kopdes Mahindra 4X4 Mogok di Jalan
Mobil pick-up Mahindra Scorpio 4x4 (produksi India) yang diimpor untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mogok di Lingkar Salatiga.
Netizen menyoroti Sebuah mobil program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) jenis Mahindra asal India mendadak jadi sorotan setelah terlihat mogok di Jalan Lingkar Salatiga.Yang bikin publik bertanya-tanya, kendaraan ini disebut sebagai unit baru hasil pengadaan pemerintah. Namun belum lama digunakan, justru sudah bermasalah di jalan.
Kejadian ini langsung memicu kritik oleh netizen. Pengguna Sosmed menulis bagaimana mungkin mobil yang baru didistribusikan sebagai penopang program ekonomi desa justru tidak siap pakai?
Selain soal kualitas, muncul juga pertanyaan lain: apakah proses uji kelayakan sudah maksimal? Bagaimana dengan kesiapan suku cadang dan layanan servis di Indonesia?
Di tengah besarnya anggaran program, publik tentu berharap kendaraan yang dibeli benar-benar tangguh dan sesuai kebutuhan lapangan, bukan justru menambah masalah baru.Jika dari awal saja sudah mogok, wajar jika muncul kecurigaan lebih jauh: ini sekadar insiden teknis, atau ada persoalan dalam pengadaan yang perlu diusut?
Mahindra Scorpio single cabin dan double cabinini diklaim menggabungkan sasis yang kokoh dengan mesin yang kuat guna mempermudah mobilitas penggunanya, dengan bekal Mesin mHawk yang diklaim mampu menyemburkan tenaga hingga 140 HP dan torsi 320 Nm.
Mesin dikawinkan dengan transmisi Manual 6-percepatan. Dengan mesin mHawk Scorpio Pikup menawarkan penghematan bahan bakar hingga 11,2 km/liter.
Semua Scorpio Pikup hadir dengan standar sistem Micro Hybrid – Sistem Stop Start yang membantu menghemat hampir 5 persen bahan bakar oleh mesin yang canggih.
Selain itu mobil juga dilengkapi transfer mode kendara 2WD dan 4WD secara elektronik yang memudahkan pengendara dalam melibas medan jalan yang berat yang dibantu oleh diferensial penguncian mekanis Eaton.
Ada juga Mechanical locking differential (diferensial penguncian mekanis) yang mampu menyalurkan torsi lebih besar ke roda lainnya untuk mencegah slip, dan dapat memberikan traksi maksimum. Lalu ada juga model 4Low untuk mengontrol mobil pada kemiringan yang lebih curam.



