Tanda-Tanda Minyak Rem Harus Diganti, Awas Jangan Tunggu Motor Blong!

Tanda-Tanda Minyak Rem Harus Diganti, Awas Jangan Tunggu Motor Blong!

Otomotif | inews | Selasa, 28 April 2026 - 14:10
share

JAKARTA, iNews.id – Minyak rem sering dianggap sepele, padahal komponen ini memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan saat berkendara. Di balik sistem pengereman yang bekerja optimal, minyak rem menjadi elemen vital yang memastikan respons rem tetap maksimal.

Minyak rem memiliki fungsi utama untuk menyalurkan tekanan dari tuas atau pedal menuju sistem pengereman di roda. Saat pengendara menekan rem, tekanan tersebut diteruskan untuk menggerakkan piston, sehingga kampas menekan cakram dan memperlambat laju kendaraan.

Proses ini harus berjalan sempurna agar kendaraan bisa berhenti dengan cepat dan aman. Jika terjadi gangguan pada minyak rem, respons pengereman pun ikut terpengaruh.

Seiring penggunaan, kualitas minyak rem dapat mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya karena sifat minyak rem yang mudah menyerap uap air dari udara sekitar.

Kandungan air yang meningkat membuat kemampuan minyak rem dalam menghantarkan tekanan menjadi tidak optimal. Dampaknya, pengereman terasa kurang pakem, lebih lambat, bahkan bisa terasa seperti kosong dalam kondisi tertentu.

Selain itu, keberadaan air di dalam minyak rem juga berpotensi memicu karat pada komponen sistem pengereman. Jika kondisi ini terus dibiarkan, performa rem akan semakin menurun dan berisiko membahayakan keselamatan.

“Ketika minyak rem sudah tidak dalam kondisi baik, kemampuan dalam meneruskan tekanan akan menurun. Ini yang membuat pengereman terasa kurang responsif dan berpotensi mengurangi daya cengkeram,” kata Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi dalam keterangan persnya, Selasa (28/4/2026).

Dia menuturkan pengendara sebenarnya bisa mengenali beberapa tanda minyak rem sudah harus diganti. Apa ciri-cirinya?

1. Warna berubah menjadi lebih gelap

Salah satunya adalah perubahan warna menjadi lebih gelap dari semula bening kekuningan. Perubahan ini menandakan minyak rem telah tercampur kotoran atau menyerap air, sehingga kualitasnya menurun dan tidak lagi bekerja optimal.

2. Tarikan rem terasa lebih dalam (rem ngempos)

Tanda berikutnya adalah tarikan rem yang terasa lebih dalam. Kondisi ini membuat pengendara harus memberikan tekanan lebih besar untuk menghentikan kendaraan. Fenomena tersebut sering disebut “rem ngempos” dan menjadi indikasi kemampuan minyak rem sudah menurun.

3. Rem kurang pakem

Performa pengereman yang menurun juga bisa dirasakan dari respons rem yang kurang konsisten alias kurang pakem. Kendaraan membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti, terutama dalam situasi darurat.

Wahyu menjelaskan meski tanda-tanda tersebut dapat dikenali, penggantian minyak rem sebaiknya tidak menunggu hingga gejala muncul. Perawatan berkala tetap menjadi langkah penting untuk menjaga performa sistem pengereman.

Secara umum, penggantian minyak rem disarankan setiap 24 bulan atau setelah menempuh jarak 24.000 kilometer, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.

Langkah ini penting untuk memastikan sistem pengereman tetap bekerja optimal dan memberikan perlindungan maksimal bagi pengendara.

“Kami menyarankan konsumen untuk melakukan penggantian minyak rem di bengkel resmi. Selain menggunakan produk yang sesuai standar, proses pengerjaan dilakukan oleh teknisi terlatih dengan prosedur yang tepat, sehingga keamanan dan performa kendaraan tetap terjaga,” kata Wahyu.

Topik Menarik