Penjualan Mobil di Indonesia Anjlok di Maret 2026, tapi EV Justru Melejit 95

Penjualan Mobil di Indonesia Anjlok di Maret 2026, tapi EV Justru Melejit 95

Otomotif | sindonews | Senin, 13 April 2026 - 17:13
share

Penjualan mobil nasional pada Maret 2026 turun tajam, tetapi di saat yang sama mobil listrik justru tumbuh hampir dua kali lipat.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan wholesales hanya mencapai 61.271 unit pada Maret 2026, turun 24,6 persen dibanding Februari yang sebesar 81.250 unit. Secara tahunan, angka ini juga turun 13,8 persen dari 71.099 unit.

Penjualan retail ikut melemah 14,8 persen menjadi 66.637 unit dari sebelumnya 78.239 unit, dan secara tahunan turun 13,2 persen. Gaikindo menyebut faktor musiman sebagai penyebab utama. Karena panjangnya libur Lebaran.

Namun jika ditarik ke kuartal pertama 2026, perlambatan ini tidak semata faktor musiman. Tren daya beli yang tertahan dan ketidakpastian ekonomi mulai terlihat memengaruhi keputusan konsumen.

Di tengah tekanan tersebut, peta persaingan justru berubah.Secara wholesales Maret 2026, pasar masih didominasi pemain lama. Toyota memimpin dengan 17.984 unit, diikuti Daihatsu 8.916 unit, dan Mitsubishi Motors 5.190 unit. Posisi berikutnya diisi Suzuki 4.552 unit dan Honda 4.129 unit.

Namun kejutan datang dari Jaecoo yang menembus posisi enam dengan 3.035 unit, mengungguli BYD yang mencatat 2.941 unit. Posisi berikutnya diisi Mitsubishi Fuso 2.681 unit, Isuzu 1.657 unit, dan Hyundai 1.608 unit.

Di sisi retail, dinamika lebih tajam. Toyota tetap memimpin 19.538 unit, diikuti Daihatsu 11.115 unit dan Mitsubishi Motors 5.311 unit. Suzuki berada di 4.490 unit. Namun BYD naik ke posisi lima dengan 4.153 unit, menyalip Honda yang mencatat 4.080 unit.

Perubahan ini menunjukkan satu hal: merek baru, terutama dari China, mulai menggerus dominasi Jepang.

Dari sisi model, pola yang muncul lebih menarik.Mobil konvensional yang kuat di sektor fleet dan kebutuhan dasar masih bertahan. Toyota Kijang Innova menjadi model terlaris dengan 3.656 unit, diikuti Daihatsu Gran Max 2.919 unit dan Suzuki Carry 2.738 unit.

Namun lonjakan signifikan datang dari kendaraan listrik. Jaecoo J5 menempati posisi kedua dengan 2.959 unit, menunjukkan perubahan preferensi pasar. Juga, jadi bukti bahwa permintaan yang tinggi terhadap Jaecoo J5 sudah mulai terdistribusi ke konsumen.

Model lain yang masih bertahan di tengah tekanan adalah Toyota Avanza 2.366 unit, Toyota Veloz 2.325 unit, Toyota Rush 2.252 unit, Toyota Calya 2.067 unit, Daihatsu Sigra 1.769 unit, dan Mitsubishi Xpander 1.731 unit.

Sebaliknya, model listrik yang sempat kuat justru mengalami koreksi. BYD Atto 1 hanya terjual 672 unit pada Maret, turun tajam dari 3.700 unit di Februari dan 3.361 unit di Januari.

Ini menunjukkan bahwa pasar EV masih sangat fluktuatif.Namun secara kuartalan, arah tren tetap jelas.

Penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) pada Q1 2026 melonjak 95,9 persen menjadi 33.150 unit dari 16.926 unit pada Q1 2025.

Lonjakan ini didorong oleh masuknya pemain baru, variasi model yang semakin luas, serta harga yang mulai kompetitif. Infrastruktur juga mulai berkembang, meskipun belum merata.

Di sisi lain, mobil konvensional menghadapi tekanan ganda: kenaikan harga bahan bakar global dan penurunan insentif.

Secara struktural, industri otomotif Indonesia sedang berada dalam fase transisi.Model berbasis kebutuhan dasar—seperti pikap dan MPV—masih menjadi tulang punggung. Namun pertumbuhan terbesar justru datang dari segmen baru, yaitu kendaraan listrik.

Pertumbuhan EV yang tinggi masih belum sepenuhnya organik. Sebagian didorong oleh promosi agresif, insentif, dan efek “early adoption”.

Selain itu, volatilitas penjualan seperti yang terjadi pada BYD Atto 1 menunjukkan bahwa loyalitas konsumen terhadap EV belum terbentuk kuat.Dengan kondisi ini, penurunan di Maret 2026 bukan sekadar efek Lebaran, tetapi juga sinyal bahwa pasar sedang menyesuaikan diri dengan perubahan besar.

Industri otomotif Indonesia tidak sedang melemah, tetapi sedang bergeser.

Dan dalam fase transisi seperti ini, tidak semua pemain akan bertahan dengan posisi yang sama.

Topik Menarik