VW Berencana Ubah Pabrik Mobil di Jerman Jadi Tempat Produksi Peralatan Militer Israel

VW Berencana Ubah Pabrik Mobil di Jerman Jadi Tempat Produksi Peralatan Militer Israel

Otomotif | inews | Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:33
share

JAKARTA, iNews.id – Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen (VW) tengah menghadapi perubahan besar dalam arah bisnisnya. Pabrik legendaris mereka di Osnabrück, Jerman, dikabarkan berpotensi beralih fungsi dari produksi mobil menjadi fasilitas pendukung sistem pertahanan udara, Air Dome.

Diketahui, pabrik tersebut memiliki sejarah panjang sebelum diakuisisi VW. Sebelumnya merupakan fasilitas milik Wilhelm Karmann yang dikenal lewat kolaborasi dengan berbagai merek besar, seperti BMW, Porsche, hingga VW sendiri.

Dilansir dari Carscoops, Sabtu (28/3/2026), saat ini fasilitas tersebut masih memproduksi model Volkswagen T-Roc Cabriolet. Namun, produksi mobil tersebut dijadwalkan berakhir pada 2027, sehingga sekitar 2.300 pekerja menghadapi risiko kehilangan pekerjaan.

Menurut laporan The Financial Times, VW sedang menjalin pembicaraan dengan perusahaan pertahanan Israel, Rafael Advanced Defence Systems, untuk mengonversi pabrik tersebut. Fasilitas ini nantinya diproyeksikan memproduksi komponen untuk sistem pertahanan udara Iron Dome.

Meski demikian, sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebutkan bahwa pabrik tidak akan memproduksi rudal. Fokus produksi lebih pada peralatan pendukung seperti platform peluncur, generator, serta truk berat yang digunakan dalam sistem pertahanan tersebut.

CEO VW, Oliver Blume, mengindikasikan penghentian produksi mobil di lokasi tersebut bisa terjadi lebih cepat dari jadwal. Dia juga mengonfirmasi bahwa kemitraan dengan perusahaan pertahanan menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan.

Namun, VW menegaskan belum ada keputusan final terkait masa depan pabrik tersebut. Perusahaan menyatakan masih berdiskusi dengan berbagai pihak dan belum memiliki rencana konkret, serta tidak berniat memproduksi senjata secara langsung.

Rencana konversi ini tidak bisa berjalan begitu saja. Persetujuan dari dewan pekerja menjadi faktor krusial, mengingat aturan ketenagakerjaan di Jerman memberikan pengaruh besar kepada perwakilan karyawan.

Perubahan arah ini mencerminkan tekanan besar yang sedang dihadapi industri otomotif global. VW sendiri melaporkan penurunan laba operasional hingga 53,5 persen pada 2025 dan berencana memangkas hingga 50.000 tenaga kerja di Jerman pada 2030.

Situasi tersebut membuka kemungkinan yang tidak biasa, di mana produsen mobil besar seperti VW mulai mempertimbangkan produksi komponen militer sebagai langkah bertahan di tengah ketidakpastian industri otomotif dunia.

Topik Menarik