Sejumlah Pemilik Kendaraan Dapat Tagihan Tol Tak Pernah Dilalui Gara-Gara Kamera Salah Baca Pelat Nomor

Sejumlah Pemilik Kendaraan Dapat Tagihan Tol Tak Pernah Dilalui Gara-Gara Kamera Salah Baca Pelat Nomor

Otomotif | inews | Kamis, 5 Maret 2026 - 15:03
share

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah pemilik kendaraam di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) dibuat bingung setelah menerima tagihan tol untuk perjalanan yang tidak pernah mereka lalui. Masalah ini muncul setelah pemerintah negara bagian meluncurkan desain pelat nomor baru yang justru memicu kesalahan pembacaan kamera otomatis di jalan tol.

Pelat nomor edisi khusus bertema Liberty Bell yang dibuat untuk memperingati 250 tahun Amerika Serikat, awalnya dirancang agar lebih mudah dibaca. Namun dalam praktiknya, desain itu justru menimbulkan persoalan baru pada sistem pembaca pelat nomor otomatis atau Automatic License Plate Reader (ALPR).

Kesalahan terjadi karena angka nol pada pelat nomor baru diberi garis miring. Desain tersebut dimaksudkan agar tidak tertukar dengan huruf “O”, sebuah kebingungan yang selama ini sering terjadi baik pada manusia maupun mesin.

Ironisnya, kamera tol justru salah mengenali angka nol yang digaris miring sebagai angka delapan. Akibatnya, sistem secara otomatis mengirimkan tagihan tol kepada pemilik kendaraan yang sebenarnya tidak pernah melintas di jalan tol tersebut.

Departemen Transportasi Pennsylvania (PennDOT) sebelumnya menyatakan perubahan desain dilakukan untuk meningkatkan keterbacaan. Desain tersebut juga mengikuti rekomendasi dari American Association of Motor Vehicle Administrators yang mendorong standar keterbacaan pelat nomor kendaraan.

Namun upaya memperbaiki satu masalah justru memunculkan persoalan baru pada sistem teknologi yang membaca pelat kendaraan.

Laporan awal mengenai kejadian ini pertama kali diungkap media lokal ABC 6. Setelah laporan tersebut mencuat, Komisi Jalan Tol Pennsylvania mengakui adanya gangguan pada sistem pembaca pelat nomor yang digunakan di sejumlah titik tol.

Meski demikian, lembaga menegaskan tidak semua kamera tol mengalami masalah sama. Beberapa perangkat masih mampu membaca pelat nomor baru dengan benar.

Para pejabat menyatakan solusi tidak akan dilakukan dengan mengganti desain pelat nomor. Sebaliknya, perbaikan akan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak serta kalibrasi ulang sistem pembaca pelat nomor otomatis.

Seiring berjalannya waktu, sistem diharapkan mampu “belajar” mengenali perbedaan antara angka nol yang diberi garis miring dengan angka delapan. Kesalahan pembacaan diharapkan dapat diminimalkan.

Namun proses penyesuaian tersebut tidak akan terjadi secara instan. Sistem membutuhkan waktu untuk mengumpulkan lebih banyak data dari kendaraan yang melintas agar akurasinya meningkat.

Masalah ini juga tidak hanya berdampak pada sistem tol. Setiap lembaga atau organisasi yang menggunakan teknologi ALPR berpotensi mengalami kebingungan yang sama ketika membaca desain pelat nomor baru tersebut.

Sebab itu, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih teliti memeriksa setiap pemberitahuan tagihan tol yang diterima melalui sistem Tol Berdasarkan Plat Nomor. Jika terdapat perjalanan yang tidak pernah dilakukan, pengemudi diminta segera menghubungi Komisi Jalan Tol untuk melakukan klarifikasi.

Selain itu, organisasi yang menggunakan teknologi pembaca pelat nomor otomatis juga diingatkan agar melakukan verifikasi tambahan. Hal tersebut penting untuk memastikan kendaraan yang terdeteksi kamera benar-benar sesuai dengan data di sistem.

Kesalahan identifikasi pelat nomor bukan sekadar persoalan administratif. Dalam beberapa kasus, kesalahan pembacaan bahkan dapat berujung pada situasi berbahaya.

Salah satu contoh terjadi di Arkansas beberapa waktu lalu. Sepasang suami istri yang sedang berkendara bersama balita dihentikan polisi dengan todongan senjata setelah sistem mendeteksi pelat nomor kendaraan mereka sebagai hasil pencurian.

Petugas menerima peringatan dari kamera ALPR, namun tidak melakukan verifikasi lanjutan terhadap kesesuaian kendaraan yang sebenarnya. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata terjadi kesalahan identifikasi pelat nomor.

Insiden tersebut menjadi pengingat penting mengenai risiko kesalahan teknologi dalam sistem pengawasan kendaraan. Sebab itu, para pejabat di Pennsylvania berharap proses pembaruan perangkat lunak dapat segera memperbaiki masalah pembacaan pelat nomor tersebut sebelum menimbulkan konsekuensi yang lebih serius bagi masyarakat.

Topik Menarik