Penjualan Kendaraan Listrik Global Sentuh 1,2 Juta Unit pada Januari 2026

Penjualan Kendaraan Listrik Global Sentuh 1,2 Juta Unit pada Januari 2026

Otomotif | sindonews | Senin, 16 Februari 2026 - 20:29
share

Pasar kendaraan listrik (EV) global memulai tahun 2026 dengan penjualan sekitar 1,2 juta unit pada bulan Januari, menurut data dari perusahaan riset rantai pasokan EV, Benchmark Mineral Intelligence.

Meskipun angka ini tampak besar, kinerja keseluruhan sebenarnya menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu dan penurunan signifikan dibandingkan Desember 2025.

Secara keseluruhan, penjualan EV global turun sekitar 3 persen dibandingkan Januari 2025 dan turun 44 persen secara bulanan. Penurunan ini sebagian besar didorong oleh perlambatan di pasar Tiongkok, meskipun Eropa masih menunjukkan momentum positif.

Ikhtisar Penjualan Berdasarkan Wilayah

Data Januari 2026 menunjukkan rincian sebagai berikut:

Global: 1,2 juta unit, -3 tahun-ke-tahun (-44 dibandingkan Desember 2025)China: 0,60 juta unit, -20 YoY (-55 MoM)

Eropa: 0,32 juta unit, +24 YoY (-33 MoM)

Amerika Utara: 0,09 juta unit, -33 YoY (-27 MoM)

Seluruh Dunia: 0,19 juta unit, +92 YoY (0 MoM)

Menurut analis di Benchmark Mineral Intelligence, lanskap EV global berubah dengan cepat karena China mulai memperketat insentif, sementara beberapa negara lain memperkenalkan kembali subsidi untuk merangsang permintaan.Eropa Tetap Menjadi Mesin Pertumbuhan EV

Pasar Eropa telah menjadi faktor kunci dalam menghindari penurunan yang lebih besar pada skala global. Penjualan kendaraan listrik (EV) di kawasan ini tumbuh 24 persen dari tahun ke tahun dengan lebih dari 320.000 unit terjual pada Januari 2026.

Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh standar emisi Uni Eropa yang lebih ketat dan pengenalan kembali subsidi EV di negara-negara utama seperti Inggris, Jerman, dan Prancis. Ketiga pasar ini mencatat pertumbuhan tahunan masing-masing sekitar 14 persen, 25 persen, dan 41 persen.

Namun, tidak semua negara mengalami peningkatan. Norwegia mengalami penurunan penjualan hingga 71 persen dari tahun ke tahun setelah gelombang pembelian awal sebelum perubahan pajak PPN pada akhir tahun 2025. Belanda mengalami penurunan 28 persen dari tahun ke tahun karena perubahan pajak mobil perusahaan.

Amerika Utara dalam Fase PenyesuaianPasar Amerika Utara mengalami penurunan penjualan sebesar 33 persen dari tahun ke tahun pada Januari 2026. Di AS, permintaan melambat setelah penghapusan kredit pajak EV federal pada September 2025 dan perubahan kebijakan terkait standar Corporate Average Fuel Economy (CAFE).

Beberapa produsen besar seperti Ford, GM, dan Stellantis juga dilaporkan sedang merestrukturisasi strategi EV mereka dengan investasi baru yang lebih hati-hati. Pada saat yang sama, kebijakan perlindungan industri lokal juga memengaruhi arus investasi dan rantai pasokan.

Di Kanada, pasar diperkirakan akan pulih setelah pemerintah mencapai kesepakatan dengan Tiongkok yang memungkinkan hingga 49.000 EV buatan Tiongkok diimpor dengan tarif sekitar 6,1 persen.

China Mulai Melambat

Januari 2026 menyaksikan dua perubahan besar, yaitu pengenalan kembali pajak pembelian EV dan pengurangan tingkat subsidi dibandingkan tahun 2025.Meskipun tarif pajak pembelian EV masih lebih rendah daripada kendaraan bermesin pembakaran internal, perubahan kebijakan ini membuat harga EV kecil kurang kompetitif daripada sebelumnya. Akibatnya, permintaan di pasar domestik melambat.

Pasar Global Lainnya Menunjukkan Pertumbuhan Tercepat

Kategori "Seluruh Dunia" mencatat pertumbuhan paling agresif dengan peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Negara-negara seperti Korea Selatan, Brasil, dan Thailand menjadi kontributor utama.

Thailand, misalnya, mencatat lebih dari 44.000 penjualan EV pada Januari 2026, didorong oleh perpanjangan program EV3 dan insentif pengurangan pajak cukai. Skema subsidi konsumen dan produksi lokal juga membantu menurunkan harga EV secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, pasar EV global pada awal 2026 menunjukkan pergeseran kekuatan yang jelas. China tidak lagi tumbuh secepat sebelumnya, Eropa muncul sebagai mesin pertumbuhan baru, sementara negara-negara lain mulai memainkan peran yang lebih besar dalam lanskap elektrifikasi global

Topik Menarik