China Telah Menyamai atau Lampaui Korsel dalam Berbagai Teknologi, Termasuk Otomotif

China Telah Menyamai atau Lampaui Korsel dalam Berbagai Teknologi, Termasuk Otomotif

Otomotif | okezone | Selasa, 6 Januari 2026 - 16:50
share

JAKARTA – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan bahwa China telah menyamai atau melampaui Korea Selatan dalam teknologi dan modal di banyak bidang. Lee menyebut situasi ini membentuk kembali dasar kerja sama ekonomi bilateral antara kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan China Media Group (CMG) menjelang kunjungan resmi Lee ke China. Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya persaingan industri antara kedua negara, khususnya di sektor otomotif dan kendaraan listrik.

Lee menjelaskan bahwa kerja sama ekonomi China–Korea Selatan di masa lalu mengikuti struktur vertikal, dengan Korea Selatan menyediakan teknologi canggih dan modal, sementara China menyumbangkan tenaga kerja. Ia menegaskan bahwa perkembangan pesat China telah mengubah hubungan ini, sehingga diperlukan pendekatan kerja sama yang lebih setara dan horizontal.

Menurutnya, kolaborasi China dan Korea Selatan di masa depan harus berfokus pada bidang-bidang canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan industri teknologi tinggi, yang semakin tumpang tindih dengan manufaktur otomotif serta pengembangan perangkat lunak kendaraan.

 

Dilansir Car News China, sektor otomotif mencerminkan dinamika perubahan ini. China telah menjadi produsen dan eksportir kendaraan energi baru terbesar di dunia, sementara Korea Selatan tetap menjadi pemain kunci dalam manufaktur otomotif global, elektronika daya, dan rantai pasokan baterai. Produsen mobil China memperluas ekspor dan akses pasar luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Pada saat yang sama, produsen Korea Selatan masih bergantung pada China sebagai basis produksi dan pasar penjualan signifikan untuk kendaraan dan komponen.

Rantai pasokan baterai merupakan area utama persaingan sekaligus saling ketergantungan. Perusahaan China mendominasi produksi baterai lithium besi fosfat global dan mengendalikan sebagian besar pemrosesan hulu untuk lithium, kobalt, dan grafit. Sementara itu, perusahaan Korea Selatan tetap menjadi pemasok utama baterai lithium ternary yang digunakan oleh produsen mobil global, termasuk Hyundai Motor Group, tetapi menghadapi persaingan semakin ketat dari alternatif Tiongkok yang berbiaya lebih rendah seiring meluasnya adopsi kendaraan listrik.

Perangkat lunak kendaraan dan sistem penggerak cerdas juga menjadi area di mana batasan persaingan semakin menyempit. Produsen mobil China mempercepat penerapan sistem bantuan pengemudi canggih, sistem operasi dalam kendaraan, dan fungsi berbasis kecerdasan buatan di seluruh model pasar massal. Produsen Korea Selatan meningkatkan investasi dalam kendaraan berbasis perangkat lunak, penelitian pengemudian otonom, dan kecerdasan buatan untuk mempertahankan daya saing di pasar domestik maupun luar negeri.

 

Data perdagangan dan laporan industri menunjukkan bahwa ekspor kendaraan China ke Korea Selatan meningkat. Pada saat yang sama, pemasok suku cadang Korea menghadapi tekanan lebih besar dari produsen komponen China di bidang motor listrik, elektronika daya, dan material baterai. Sementara itu, produsen mobil Korea Selatan terus memperluas investasi penelitian dan pengembangan di bidang elektrifikasi serta kendaraan cerdas, mencerminkan upaya untuk meningkatkan nilai tambah.

Lee menegaskan bahwa China dan Korea Selatan memiliki rantai pasokan industri yang terintegrasi secara mendalam dan menekankan pentingnya menghindari konfrontasi dalam hubungan ekonomi. Kunjungannya mencakup pertemuan dengan para pemimpin serta perwakilan bisnis Tiongkok, dengan diskusi yang diharapkan membahas kerangka kerja sama di bidang manufaktur canggih, termasuk industri otomotif dan energi baru.

Kunjungan ini berlangsung ketika kedua negara menyesuaikan strategi industri di tengah persaingan yang semakin ketat dalam kendaraan listrik, baterai, dan teknologi otomotif cerdas.

Topik Menarik