Satu Banding Satu Juta Kemungkinan, Stiff Person Syndrome Adalah Penyakit Langka di Dunia
Pernah dengan stiff person syndrome, penyakit langka yang membuat penderitanya mengalami kaku di sekujur tubuh seperti patung dan sulit untuk digerakan, bahkan jika dipaksa akan menyebabkan rasa sakit di penderitanya.
Stiff person syndrome adalah kondisi langka yang ditandai dengan kejang otot yang parah dan keras pada tubuh yang dapat menyebabkan keterbatasan gerakan. Kondisi ini biasanya dimulai dengan gejala-gejala seperti ketegangan otot atau kejang-kejang yang hilang timbul pada bagian tubuh tertentu, tetapi dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan kelemahan otot yang parah.
Gejala utama dari stiff person syndrome adalah ketegangan otot yang berlebihan, terutama pada otot punggung, perut, dan paha. Ketegangan ini dapat menyebabkan postur tubuh yang menjulur ke depan atau ke belakang, sehingga membuat orang yang menderita penyakit ini sulit untuk berjalan atau melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, orang yang menderita penyakit ini juga mungkin mengalami rasa sakit yang berlebihan, terutama pada saat otot-otot tersebut ditekuk atau diluruskan.
Bisakah Stiff Person Syndrome Disembuhkan
Penyakit ini juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat, seperti kesulitan bernapas, kesulitan menelan, dan kesulitan berbicara. Penyakit ini juga dapat menyebabkan kejang-kejang, tremor, dan kelemahan otot.
Stiff syndrome merupakan penyakit yang menyerang bagian saraf yang tidak bisa disembuhkan total, namun bisa dirasakan gejalanya. Artinya penderita penyakit ini akan menderita gejala stiff syndrome selamanya karena tidak ada obat khusus yang dibuat untuk mengatasi masalah tersebut, semua pasien hanya akan diberikan obat yang bisa mengendorkan otot yang mengencang agar tubuh sedikit bisa digerakan, dan biasanya akan dilanjutkan dengan terapi. Namun terapi yang dilakukan bukan untuk menyembuhkan melainkan hanya untuk memperlambat perkembangan menjadi semakin parah.
Faktor risiko utama untuk stiff person syndrome adalah usia pertengahan atau lanjut. Penyakit ini juga lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stiff person syndrome, seperti infeksi, stres, dan cedera otak.
Penyebab Stiff Person Syndrome
Stiff person syndrome merupakan penyakit yang sangat langka, bahkan perbandingan penderitanya sangatlah kecil di satu banding satu juta kemungkinan. Stiff Person Syndrome (SPS) adalah penyakit yang jarang terjadi dan masih belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya SPS antara lain:
Faktor genetik: beberapa studi menunjukkan bahwa ada kaitan antara SPS dengan mutasi gen yang terjadi pada seseorang.
Faktor imunologi: SPS dapat terjadi akibat terjadinya gangguan pada sistem imun tubuh yang menyebabkan produksi antibodi yang berlebihan dan menyerang jaringan otot.
Infeksi: ada beberapa jenis infeksi yang dapat memicu terjadinya SPS, seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi usus, dan infeksi sinar-X.
Trauma fisik: beberapa orang yang mengalami trauma fisik seperti patah tulang atau cedera otot dapat mengalami SPS.
Stress: stress dapat meningkatkan risiko terjadinya SPS karena dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis yang menyebabkan otot menjadi kaku dan tegang.
Secara keseluruhan, penyebab pasti dari SPS masih belum diketahui dengan pasti dan masih terus diteliti oleh para ahli. Namun, beberapa faktor di atas dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya SPS pada seseorang.


