Elon Musk Mengeluh di KTT G-20 Bali, Sebut Punya Banyak Pekerjaan
DENPASAR - Bos Tesla Elon Musk mendapat kehormatan diundang pemerintah Indonesia menghadiri KTT G-20 di Bali bersama sejumlah pemimpin dunia lainnya. Sayangnya Ia tak dapat menghadiri perhelatan akbar tersebut.
Meski tak datang secara langsung, ia hadir secara vitual dan melangsungkan tanya jawab virtual pada KTT G-20.
Dalam wawancara tersebut, Elon Musk mengeluhkan banyaknya porsi kerja yang harus ia lakukan belakangan waktu terakhir. Terutama semenjak dirinya melakukan akuisisi senilai US$44 miliar atau kisaran Rp660 triliun (asumsi kurs Rp15.500 per dolar AS).
Beban kerja saya baru-baru ini meningkat cukup banyak. Aku punya terlalu banyak pekerjaan di bagianku, itu sudah pasti, ujar Musk seperti dikutip TrenAsia.com dari Insider Senin, 14 November 2022.
Mengenakan kemeja batik dalam wawancara virtual, sainspreneur ini ini mengatakan ia bisa bekerja selama 24 jam dalam 7 hari seminggu dan melebihi batas wajar manusia.
Saya bekerja semaksimal mungkin yang saya bisa, pagi hingga malam, tujuh hari seminggu. Jumlah kerja yang saya lakukan sudah melampaui tingkat berikutnya, terus terang, tambahnya.
Rupanya, curhat Elon Musk mengenai seberapa sibuk dan banyaknya jobdesk yang Ia lakukan tak hanya diungkapkannya kali ini.
Pada 2015 lalu dalam sebuah wawancara Wall Streen Journal, Musk menggambarkan dirinya sebagai manajer nano yang terobsesi dengan masalah terkait dengan produk yang dimilikinya.
Saya memiliki OCD pada masalah terkait produk, kata Musk kepada Journal. Ketika saya melihat mobil atau roket atau pesawat ruang angkasa, saya hanya melihat apa yang salah. Saya tidak pernah melihat apa yang benar. Itu bukan resep untuk kebahagiaan, tambahnya.
Sebagai informasi, semenjak mengambil alih Twitter akhir Oktober lalu, Musk dilaporkan telah memberhentikan kisaran 3.700 karyawan atau kisaran 50% dari tenaga kerja.
Untuk tenaga kerja yang tersisa, Ia mengharuskan para karyawan untuk bekerja ke kantor selama 40 jam dalam seminggu.




