Persija Masuk Daftar Klub Penunggak Gaji Pemain, Manajemen Langsung Beri Klarifikasi
JAKARTA, iNews.id – Persija Jakarta memberikan klarifikasi setelah namanya masuk dalam laporan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengenai klub yang masih memiliki kewajiban pembayaran kepada pemain. Manajemen Macan Kemayoran menegaskan persoalan tersebut sudah diselesaikan pada hari yang sama ketika laporan APPI diterbitkan.
Sebelumnya, APPI merilis laporan mengenai sejumlah klub sepak bola Indonesia yang belum menuntaskan kewajiban finansial kepada pemain. Persija menjadi salah satu klub Super League yang turut mendapat sorotan dalam laporan tersebut bersama PSM Makassar.
Dalam keterangannya pada Jumat (6/11/2026), APPI mengungkapkan hasil pendataan mengenai persoalan pembayaran hak pemain di sejumlah klub. Organisasi tersebut menerima laporan mengenai kewajiban yang belum diselesaikan oleh klub-klub bersangkutan.
Mbappe Ingin Tinggalkan Real Madrid, Liverpool Langsung Bergerak, Harganya Tembus Rp5,1 Triliun
"Berdasarkan data dan laporan yang dihimpun APPI hingga tanggal rilis ini, tercatat 7 klub masih memiliki tunggakan terhadap 114 pemain, dengan total nilai mencapai hampir Rp5 miliar," tulis APPI dalam pernyataan resminya.
Persija Tegaskan Seluruh Kewajiban Sudah Dibayar
Menanggapi laporan tersebut, manajemen Persija langsung memberikan penjelasan. Klub yang ditangani Shin Tae-yong itu menegaskan pemenuhan hak pemain selalu menjadi salah satu prioritas utama dalam pengelolaan tim.
Persija juga memastikan seluruh kewajiban yang tercantum dalam laporan APPI telah diselesaikan pada Jumat (6/11/2026). Dengan demikian, manajemen menyatakan tidak ada lagi kewajiban yang belum dituntaskan sebagaimana tercantum dalam laporan tersebut.
"Persija senantiasa menempatkan pemenuhan hak pemain sebagai salah satu prioritas utama dalam pengelolaan klub. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari tanggung jawab manajemen dalam membangun lingkungan sepak bola profesional yang sehat," tulis Persija.
"Berkaitan dengan rilis Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) tertanggal 6 November 2026, Persija memastikan seluruh kewajiban yang tercatat dalam laporan tersebut telah diselesaikan pada hari yang sama (6/11/2026). Dengan demikian, tidak ada lagi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam laporan tersebut yang belum dituntaskan oleh Persija," lanjut pernyataan klub.
Persija Sebut Persoalannya Bukan Tunggakan Gaji
Tidak hanya memastikan kewajiban telah dibayar, Persija juga meluruskan informasi mengenai jenis pembayaran yang menjadi persoalan. Manajemen menegaskan laporan tersebut tidak berkaitan dengan tunggakan gaji pemain seperti yang menjadi perhatian publik.
Menurut penjelasan klub, kewajiban yang dimaksud merupakan bonus penampilan milik salah satu pemain. Persija pun menegaskan persoalan tersebut telah diselesaikan sehingga tidak ada lagi hak pemain yang belum dipenuhi.
"Persija juga perlu memberikan penjelasan, kewajiban yang dimaksud dalam laporan tersebut bukan merupakan tunggakan gaji pemain, melainkan bonus penampilan salah satu pemain," tulis manajemen.
Persija turut mengapresiasi perhatian APPI terhadap pemenuhan hak-hak pesepakbola profesional. Klub kebanggaan The Jakmania tersebut memastikan akan terus menjaga komitmen dan tanggung jawab dalam pengelolaan tim, termasuk terkait pemenuhan hak setiap pemain.
"Persija menghargai perhatian APPI terhadap pemenuhan hak-hak pesepakbola profesional dan akan terus berupaya menjaga komitmen serta tanggung jawab klub dalam setiap aspek pengelolaannya," tutup pernyataan tersebut.









