2 Atlet Meninggal di Porprov Jateng 2026, Menpora Erick Thohir Desak Evaluasi Total Standar Keselamatan

2 Atlet Meninggal di Porprov Jateng 2026, Menpora Erick Thohir Desak Evaluasi Total Standar Keselamatan

Olahraga | okezone | Senin, 2 November 2026 - 01:18
share

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyampaikan duka cita atas meninggalnya atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita, yang wafat pada Rabu (28/10/2026). Kepergian Ayudiah menambah daftar duka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 setelah sebelumnya atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal dunia pada Minggu (25/10/2026).

1. Erick Thohir Desak Evaluasi

Erick menilai meninggalnya dua atlet dalam satu penyelenggaraan kompetisi olahraga daerah harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Dia meminta peristiwa tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki sistem keselamatan dan perlindungan atlet di Indonesia.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya kembali menerima kabar yang sangat menyedihkan dari Porprov Jawa Tengah. Belum hilang duka kita atas kepergian Syabilla, kini kita kehilangan Ayudiah, atlet muda yang juga sedang berjuang membawa nama daerahnya. Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi keduanya dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Erick dikutip dari rilis resmi Kemenpora, Senin (2/11/2026).

Ayudiah, atlet pencak silat berusia 19 tahun, mengalami cedera pada jari tangan saat bertanding di babak perempat final pada Senin (26/10/2026). Dia sempat mendapatkan penanganan medis dan menjalani operasi di RS Primaya Semarang sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026).

Erick Thohir. (Foto: Andri Bagus/Okezone)

Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya Ayudiah masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Erick menegaskan, kedua peristiwa tersebut memiliki kronologi dan kondisi berbeda sehingga tidak boleh disimpulkan secara terburu-buru.

“Dua atlet muda kehilangan nyawa dalam satu ajang olahraga. Ini bukan sesuatu yang bisa kita anggap biasa. Kita tentu tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai penyebab kedua kejadian tersebut. Namun, kita juga tidak boleh berhenti pada ucapan belasungkawa. Ada tanggung jawab besar untuk memastikan keselamatan atlet benar-benar menjadi prioritas, bukan hanya dalam aturan, tetapi juga dalam pelaksanaannya,” tutur Erick.

Ia pun mendukung langkah kepolisian dan pihak terkait untuk menyelidiki penyebab meninggalnya Ayudiah secara objektif dan transparan. Erick berharap proses pemeriksaan tersebut dapat memberikan kejelasan kepada keluarga sekaligus menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan ke depan.

Selain itu, Erick meminta KONI Jawa Tengah, panitia Porprov Jawa Tengah 2026, dan federasi cabang olahraga terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan atlet. Evaluasi tersebut mencakup kesiapan fasilitas dan tenaga medis, prosedur penanganan keadaan darurat, serta pendampingan atlet yang mengalami cedera hingga membutuhkan perawatan lanjutan.

 

“Keselamatan atlet tidak hanya menjadi tanggung jawab ketika pertandingan berlangsung. Tanggung jawab itu harus mencakup seluruh proses, sejak persiapan, saat bertanding, hingga penanganan cedera dan pemulihan," tutur Erick.

"Kita perlu memastikan setiap atlet mendapatkan perlindungan dan penanganan yang layak. Jangan sampai ada celah dalam sistem keselamatan yang justru membahayakan mereka,” ucapnya.

Erick juga menekankan, evaluasi keselamatan tidak boleh terbatas pada penyelenggaraan Porprov Jawa Tengah 2026. Menurutnya, seluruh penyelenggara kompetisi olahraga di Indonesia perlu meninjau kesiapan dan penerapan standar perlindungan atlet agar kejadian serupa dapat dicegah.

“Kita ingin melahirkan atlet-atlet berprestasi dari berbagai daerah, tetapi prestasi tidak boleh dikejar dengan mengesampingkan keselamatan mereka. Kehilangan Syabilla dan Ayudiah adalah duka bagi olahraga Indonesia. Kita harus menjadikan dua kepergian ini sebagai pengingat untuk melakukan perbaikan nyata," katanya. 

Topik Menarik