600 Perenang dari 5 Negara Unjuk Gigi di SEAA Master Swimming Championship 2026

600 Perenang dari 5 Negara Unjuk Gigi di SEAA Master Swimming Championship 2026

Olahraga | sindonews | Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:44
share

Kejuaraan renang 3rd South East Asia Aquatics (SEAA) Masters Swimming Championships 2026 resmi bergulir di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 17–18 Oktober 2026. Ajang ini diikuti hampir 600 perenang dari lima negara Asia Tenggara yang tergabung dalam 76 klub dan komunitas.

Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan renang masters tingkat Asia Tenggara tersebut. Penyelenggaraan tahun ini menjadi kali kedua Indonesia menggelar kompetisi tersebut setelah edisi perdana berlangsung di Tanah Air, sebelum berlanjut ke Bangkok, Thailand, pada tahun lalu.

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, mengungkapkan antusiasme peserta pada edisi ketiga kejuaraan ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 587 perenang ambil bagian dalam kompetisi yang mempertemukan klub-klub dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

"Hari ini kita menyelenggarakan event The 3rd South East Asia Aquatics Swimming Championship. Jadi, ini adalah kejuaraan masters se-Asia Tenggara yang ketiga," ujar Harlin, Sabtu (17/10/2026).

"Pesertanya hampir 600, sekitar 587 orang dari klub. Jadi, peserta di masters ini antarklub, bukan antarnegara. Ada klub dari lima negara yang ikut serta, dan kali ini ada 76 klub," sambungnya.Harlin menjelaskan, kejuaraan renang masters ini terbuka bagi peserta berusia minimal 25 tahun. Para perenang kemudian dibagi ke dalam kelompok umur dengan rentang lima tahun, mulai dari kategori 25–29 tahun, 30–34 tahun, dan seterusnya.

"Pesertanya yang paling muda 25 tahun. Kita batasi yang termuda 25 tahun sampai tidak terbatas," kata Harlin.

"Masters ini adalah kejuaraan renang yang berlaku untuk segala umur di atas 25 tahun. Kelompok umur dibagi per lima tahun, mulai dari 25–29 tahun, 30–34 tahun, dan seterusnya," lanjutnya.

Meski mengusung kejuaraan antarklub Asia Tenggara, peserta yang tampil tidak hanya berasal dari negara-negara ASEAN. Harlin menyebut terdapat perenang dari sejumlah negara lain, seperti Jepang, Australia, Hong Kong, Taiwan, hingga negara-negara Eropa, yang terdaftar melalui klub di kawasan Asia Tenggara.

"Kalau dari sisi kewarganegaraan, pesertanya lebih dari negara-negara ASEAN. Ada peserta dari Jepang, Australia, Hong Kong, Taiwan, bahkan Eropa, tetapi mereka tergabung dalam klub-klub di ASEAN," tuturnya.Kejuaraan tahun ini juga menghadirkan peserta dengan rentang usia yang lebar. Pertandingan menggunakan kolam sepanjang 25 meter atau short course, berbeda dari kolam long course yang memiliki panjang 50 meter.

Pada kategori putra, Ryeza Aaron Naipospos dari klub IMS tercatat sebagai peserta termuda dengan tanggal lahir 23 Oktober 2001. Sementara itu, Azka Fitri Humaira dari komunitas Teman Renang Indonesia menjadi peserta putri termuda dengan tanggal lahir 18 Desember 2001.

Adapun kategori putra tertua diikuti Rahardjo Djojonegoro dari klub IMS yang berusia 85 tahun saat kejuaraan berlangsung. Di sektor putri, Kartini Sapardjiman, yang juga berasal dari IMS, menjadi peserta tertua dengan usia 86 tahun.

Kehadiran peserta lintas generasi tersebut menunjukkan bahwa renang masters tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk mengejar prestasi. Kejuaraan ini juga menjadi wadah untuk menjaga kebugaran, kesehatan, serta mempererat persahabatan antarpeserta melalui semangat Fit, Fun and Friendships yang diusung PB Akuatik Indonesia.

Topik Menarik