Viral, Lemparan 70 Meter Atlet Putri China Gemparkan Asian Games 2026

Viral, Lemparan 70 Meter Atlet Putri China Gemparkan Asian Games 2026

Olahraga | sindonews | Selasa, 29 September 2026 - 14:12
share

Lemparan spektakuler atlet China, Yan Ziyi, menggemparkan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Baru berusia 18 tahun, Yan langsung mencatat sejarah pada debutnya dengan meraih emas lempar lembing putri sekaligus memecahkan rekor Asian Games melalui satu lemparan sejauh 70,46 meter.

Tampil dalam kondisi hujan di Nagoya, Yan hanya membutuhkan satu kesempatan untuk memastikan gelar juara. Lemparan pertamanya meluncur sejauh 70,46 meter dan langsung memecahkan rekor Asian Games milik kompatriotnya, Liu Shiying, yang mencatat 66,09 meter pada Asian Games Jakarta 2018. Setelah itu, Yan memilih melewatkan lima kesempatan berikutnya karena tidak ada atlet lain yang mampu mendekati catatannya.

Juara Olimpiade asal Jepang, Haruka Kitaguchi, harus puas dengan medali perak setelah membukukan 62,70 meter. Sementara itu, lemparan Yan menjadi catatan keenam terbaik dalam sejarah nomor lempar lembing putri. Rekor dunia masih dipegang Barbora Spotakova dari Republik Ceko dengan 72,28 meter yang dibuat pada 2008.

Yang membuat pencapaian Yan semakin menarik adalah latar belakangnya. Dua pekan sebelum Asian Games, ia sebenarnya mengalami kekecewaan di World Athletics Ultimate Championship di Budapest. Saat itu Yan mencatat 68,05 meter pada lemparan pertama, tetapi kemudian mundur karena cedera kaki. Kitaguchi akhirnya melewatinya dengan 68,92 meter dan merebut gelar juara.“Saya tidak menyangka bisa menyelesaikannya dengan satu lemparan. Rencana saya hanya membuat dua lemparan pertama diperhitungkan,” ujar Yan. Ia mengaku sempat merasa mengecewakan banyak orang setelah kejadian di Budapest. Namun, kemenangan di Asian Games membuat beban tersebut akhirnya terlepas.

Performa Yan sebenarnya sudah menjadi perhatian dunia atletik sebelum Aichi-Nagoya. Pada 2024, ketika berusia 16 tahun, ia mencatat 64,28 meter dalam kejuaraan nasional dan memecahkan rekor dunia U-20. Pada tahun yang sama, Yan juga menjadi juara dunia U-20. Setahun kemudian, ia kembali memecahkan rekor dunia U-20 untuk keempat kalinya melalui lemparan 65,89 meter.

Puncak perkembangan Yan terjadi pada Mei 2026. Dalam ajang Diamond League di Xiamen, ia mencatat 71,74 meter pada percobaan pertama. Lemparan tersebut menjadi rekor Asia dan rekor dunia U-20 sekaligus menempatkannya sebagai atlet dengan lemparan terbaik kedua dalam sejarah. Jaraknya hanya 54 sentimeter dari rekor dunia Spotakova.

Perjalanan Yan sepanjang musim ini juga impresif. Setelah kemenangan di Xiamen, ia kembali berjaya di Oslo, Paris, dan Monaco dengan seluruh lemparan kemenangan menembus 67 meter. Pada September, Yan bangkit dari posisi tertinggal di Brussels untuk memenangkan final Diamond League sekaligus mengamankan gelar juara musim tersebut. Ia kini berstatus atlet nomor satu dunia.

Namun, Yan tidak ingin terlena dengan pencapaiannya. Ia menyebut Kitaguchi sebagai salah satu rival yang justru menjadi sumber motivasi untuk terus berkembang.“Saya tidak bisa mengatakan saya lebih kuat, karena kami semua saling mengejar. Semua orang adalah target yang ingin saya kejar,” kata Yan.

Bakat Yan pertama kali terlihat ketika mengikuti pelajaran olahraga di sekolah dasar. Ia mampu melempar bola softball lebih jauh dibanding teman-temannya hingga kemudian direkrut pelatih untuk masuk ke nomor lempar. Yan sempat berlatih tolak peluru sebelum beralih ke lempar lembing.

“Saya tidak setuju kalau hanya disebut punya bakat. Saya harus berlatih agar bakat itu bisa terlihat,” ujar Yan. Ia mengakui perjalanan awalnya tidak mudah karena latihan terasa melelahkan dan sempat membuatnya berpikir untuk menyerah. Namun, ia memilih bertahan dan terus mengembangkan tekniknya.

Kini Yan mulai membuktikan ucapannya dua tahun lalu. Saat masih berusia 16 tahun dan belum cukup umur untuk tampil di Olimpiade Paris 2024, ia pernah mengatakan ingin “memulai era baru” miliknya. Setelah menjadi juara Asian Games dan menduduki peringkat satu dunia, target tersebut mulai terlihat semakin nyata.

“Saya bisa memulai era baru karena saya masih muda. Saya punya lebih banyak waktu dan lebih banyak kesempatan,” kata Yan. Setelah Aichi-Nagoya, ia sudah menetapkan sasaran berikutnya, yakni Kejuaraan Dunia di Beijing dan Olimpiade setahun setelahnya. Bahkan, Yan mengaku sengaja menyimpan rekor baru untuk panggung Kejuaraan Dunia.

“Saya berencana menyimpan rekor baru untuk Kejuaraan Dunia di Beijing. Jadi, nantikan saja,” ujar Yan.

Topik Menarik