Roberto Carlos Kehilangan 99 Persen Harta dari Sepak Bola, Beri Peringatan untuk Pemain Muda
LISBON, iNews.id - Roberto Carlos mengungkap pengalaman pahit setelah mengaku kehilangan hampir seluruh uang yang dia kumpulkan selama 24 tahun berkarier sebagai pesepak bola profesional.
Mantan bek kiri Timnas Brasil tersebut diperkirakan mengantongi penghasilan sekitar 137,6 juta poundsterling (Rp3,2 triliun) sepanjang kariernya. Namun, sebagian besar kekayaan itu kini sudah tidak lagi dia miliki.
Roberto Carlos dikenal sebagai salah satu bek kiri terbaik dalam sejarah sepak bola. Dia pernah memperkuat sejumlah klub besar, termasuk Inter Milan, Real Madrid, dan Fenerbahce, serta meraih berbagai gelar bergengsi di level klub dan internasional.
Meski memiliki pemasukan besar dari dunia sepak bola, Roberto Carlos mengaku melakukan sejumlah kesalahan dalam mengelola kehidupannya di luar lapangan. Dia menyebut ada orang-orang yang membuat rekening banknya terkuras.
“Saya memiliki masalah dengan orang-orang yang mengosongkan rekening bank saya. Saya kehilangan 99 dari semua yang saya peroleh dari sepak bola,” kata Roberto Carlos saat berbicara dalam Portugal Football Summit di Lisbon.
Dia juga menceritakan persoalan keluarga yang sangat serius hingga membuat dia menerima tumpukan dokumen yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya.
“Saya memiliki masalah keluarga yang sangat serius. Pada Kamis, saya tidur pada tengah malam dan pada Jumat, saya menerima setumpuk dokumen yang tidak saya ketahui. Saat itulah saya menyadari saya telah kehilangan seluruh sejarah saya,” ujar dia.
Pengalaman tersebut membuat Roberto Carlos memberikan peringatan kepada pemain-pemain muda agar tidak mengulangi kesalahan serupa. Dia meminta pesepak bola mulai memikirkan masa depan sejak masih aktif bermain.
“Saya melakukan kesalahan, dan karena itu, saya meminta para pemain muda untuk tidak melakukan hal yang sama. Saya selalu memikirkan rencana masa depan setelah karier bermain saya,” tutur Roberto Carlos.
Roberto Carlos Bicara Rencana Setelah Pensiun
Roberto Carlos kemudian menjelaskan pentingnya membangun nilai diri selama masih menjadi pemain profesional. Menurut dia, karier sepak bola harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan kehidupan setelah pensiun.
Pra Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029: Timnas Basket Putra Indonesia Siap Menggila Hadapi Singapura
“Ini tentang membangun sejarah sebagai pemain dan memanfaatkan citra Anda. Ketika saya memutuskan meninggalkan sepak bola, saya sudah memiliki lisensi direktur olahraga dan bekerja dengan banyak merek,” kata dia.
Roberto Carlos memang memiliki rekam jejak luar biasa di lapangan. Sepanjang 24 tahun kariernya, dia memenangkan tiga trofi Liga Champions dan empat gelar La Liga.
Namun, pencapaian besar tersebut tidak membuat dia pernah memenangkan Ballon d'Or. Roberto Carlos sempat berada dalam persaingan penghargaan individu tersebut setelah membantu Brasil menjuarai Piala Dunia 2002.
Mantan rekan setimnya di Timnas Brasil, Ronaldo Nazario, bahkan menilai Roberto Carlos layak memenangkan Ballon d'Or. Ronaldo juga menyebut sejumlah legenda lain seperti Alessandro Del Piero, Francesco Totti, Paolo Maldini, Raul Gonzalez, dan Andres Iniesta sebagai pemain yang pantas mendapatkan penghargaan tersebut.
“Del Piero, Totti, Maldini, Raul Gonzalez... dan saya pikir Roberto Carlos juga, karena dia dua kali berada di belakang saya dalam pemungutan suara. Saya pikir para pemain ini layak mendapatkan Ballon d'Or,” kata Ronaldo kepada Cadena Ser.
Ronaldo juga memberikan penilaian tinggi terhadap Andres Iniesta. Menurut dia, gelandang asal Spanyol tersebut tidak membutuhkan penghargaan Ballon d'Or untuk membuktikan kualitas kariernya.
“Iniesta layak mendapatkan Ballon d'Or, tetapi dia tidak membutuhkannya. Dia sudah memiliki daftar trofi yang luar biasa dan karier yang hebat. Dia adalah pemain Spanyol terbaik sepanjang masa. Saya berterima kasih kepadanya atas kualitas, sepak bola, dan kemurahan hatinya,” ujar Ronaldo.
Kisah Roberto Carlos menjadi gambaran lain dari kehidupan pesepak bola setelah masa kejayaan di lapangan. Meski pernah meraih penghasilan fantastis dan mengukir prestasi besar, dia mengaku pengalaman dalam mengelola keuangan menjadi pelajaran penting yang ingin dia sampaikan kepada generasi berikutnya.









