Komentar Berkelas Pebulu Tangkis Zaki Ubaidillah Usai Jadi Penentu Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Komentar Berkelas Pebulu Tangkis Zaki Ubaidillah Usai Jadi Penentu Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Olahraga | okezone | Jum'at, 25 September 2026 - 10:52
share

AICHI – Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, keluar sebagai pahlawan kemenangan setelah menundukkan wakil China dan memastikan medali emas beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pebulu tangkis muda yang akrab disapa Ubed itu sukses mengunci kemenangan dramatis 3-2 bagi tim Merah Putih usai berjuang habis-habisan di partai kelima.

1. Perjuangan Dramatis

Bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Kamis 24 September 2026, Ubed menghadapi jagoan China Weng Hongyang. Dia berhasil mengalahkan wakil China tersebut melalui pertarungan dua gim langsung dengan skor 23-21, dan 21-13.

Kemenangan itu terasa spesial bagi Ubed karena Indonesia sempat berada dalam posisi tertinggal 0-2. Dia mengaku perasaannya campur aduk setelah berhasil menyumbangkan poin penentu untuk tim Indonesia.

"Ya pastinya perasaannya campur aduk dan alhamdulillah senang juga bisa ngambil poin ini. Pastinya sangat bangga lah bisa menyumbang poin untuk tim, karena tadi sempat tertinggal ya, sempat 0-2," ujar Ubed dalam wawancara pascalaga, Jumat (25/9/2026).

Ubed juga mengakui sempat merasakan ketegangan pada awal pertandingan melawan Weng Hongyang. Meski demikian, pebulu tangkis berusia 19 tahun berusaha menjaga keyakinan bahwa Indonesia masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan.

Moh Zaki Ubaidillah. (Foto: PBSI)

"Ya mungkin tadi saya sedikit enggak terlalu memikirkan itu sih, pasti masih yakin kalau masih bisa. Tadi juga sempat tegang di awal-awal," tutur Ubed.

Dukungan rekan-rekan setim yang berada di pinggir lapangan turut membantu Ubed menghadapi tekanan pada partai penentuan. Dia menyadari ada tanggung jawab besar yang harus diselesaikan demi memastikan Indonesia meraih medali emas.

 

"Ya pastinya ada tanggung jawab lah yang harus saya selesaikan dengan baik. Ada tim juga tadi yang enggak berhenti sama sekali mendukung saya dan ya pastinya campur aduk, senang banget hari ini," beber Ubed.

Pertandingan melawan Weng Hongyang tidak berjalan mudah bagi Ubed, terutama pada gim pertama. Dia bahkan sempat tertinggal 17-20 sebelum akhirnya bangkit dan merebut gim tersebut dengan skor 23-21.

"Ya pastinya mungkin tadi pertama agak sedikit keteteran karena agak sedikit nervous. Ya, saya coba berusaha lebih tenang lagi dan pelatih juga terus meyakinin saya untuk bisa mengambil poin satu per satu, dan alhamdulillah bisa mengembalikan keadaan sih tadi," ujar Ubed.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh Zaki Ubaidillah (Cikal Bintang)

2. Akhiri Penantian Panjang

Sebelum Ubed tampil sebagai penentu, Indonesia sempat tertinggal 0-2 dari China pada final beregu putra. Jonatan Christie lebih dulu kalah dari Shi Yuqi, kemudian Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri takluk dari Liang Weikeng/Wang Chang.

Indonesia kemudian bangkit melalui Alwi Farhan yang berhasil mengalahkan Li Shifeng. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin selanjutnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menang atas He Jiting/Liu Yi.

Situasi tersebut membuat partai kelima menjadi penentu kemenangan Indonesia. Ubed kemudian menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Indonesia mengalahkan China 3-2.

 

Medali emas ini menjadi emas beregu putra pertama Indonesia di Asian Games sejak 1998. Torehan tersebut juga menjadi medali emas pertama kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Kemenangan Indonesia atas China sekaligus mengakhiri penantian kontingen Merah Putih untuk meraih emas di Aichi-Nagoya. Sebelumnya, Indonesia baru mengoleksi satu medali perak dan belasan medali perunggu dari berbagai cabang olahraga.

Selain emas beregu putra, bulu tangkis Indonesia juga menyumbangkan medali perunggu melalui tim beregu putri. Tim putri Indonesia terhenti di semifinal setelah kalah dari China 0-3.

Topik Menarik