AC Milan Dihancurkan Benfica, Taktik Ruben Amorim Mulai Dipertanyakan

AC Milan Dihancurkan Benfica, Taktik Ruben Amorim Mulai Dipertanyakan

Olahraga | inews | Kamis, 17 September 2026 - 06:00
share

MILAN, iNews.id - AC Milan mengawali perjalanan di Liga Europa dengan hasil mengecewakan setelah kalah 0-2 dari Benfica di kandang sendiri, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini semakin menambah tekanan kepada Ruben Amorim setelah Rossoneri sebelumnya hanya bermain imbang melawan Juventus dan Lazio di Serie A.

Milan kembali tampil di kompetisi Eropa setelah melewati dua pertandingan beruntun di Liga Italia dengan hasil imbang. Menghadapi Benfica, Amorim melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain dengan memberikan kesempatan starter pertama musim ini kepada Omari Hutchinson dan Filippo Terracciano.

Davide Bartesaghi juga kembali bermain setelah pulih dari cedera. Di sektor tengah, Amorim melakukan perubahan komposisi untuk menghadapi Benfica yang datang dengan catatan tujuh kemenangan beruntun.

Benfica sendiri melakukan rotasi besar-besaran. Mengingat mereka akan menghadapi FC Porto pada Minggu, klub Portugal tersebut mengubah sembilan pemain dari susunan starter. Salah satu pemain yang diturunkan adalah mantan bek Parma, Alessandro Circati.

Sebelum pertandingan ini, Benfica belum pernah mengalahkan Milan. Dalam enam pertemuan sebelumnya, Benfica menelan empat kekalahan dan meraih dua hasil imbang, termasuk kekalahan di final Piala Eropa 1963 serta final 1990.

Benfica mampu membuka keunggulan melalui Dodi Lukebakio. Dia menerima bola dari Jakub Kaminski di sisi kanan, kemudian bergerak ke dalam sebelum melepaskan tembakan kaki kiri dari tepi kotak penalti.

Tembakan Lukebakio melengkung menuju sudut bawah jauh dan tidak mampu dihentikan Mike Maignan. Gol tersebut membuat Milan tertinggal setelah sebelumnya Lukebakio juga sempat melepaskan tembakan yang tepat mengarah kepada Maignan.

Benfica hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-24. Ardon Jashari kehilangan bola dengan mudah, kemudian Georgiy Sudakov melepaskan tembakan keras dari depan kotak penalti. Bola hanya membentur bagian bawah tiang jauh.

Milan mencoba merespons melalui Filippo Terracciano. Dia melepaskan tembakan jarak jauh yang memaksa Anatoliy Trubin terbang untuk menepis bola. Namun, peluang tersebut belum mampu mengubah kedudukan.

Di sisi lain, Goncalo Ramos gagal menyambut umpan mendatar Bartesaghi. Jashari kemudian kembali mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti, tetapi tembakannya melambung di atas mistar.

Kegagalan Milan mencetak gol pada babak pertama kembali menjadi perhatian. Ini menjadi kali kelima di bawah Ruben Amorim Milan gagal mencetak gol sebelum turun minum.

Amorim mencoba mengubah situasi setelah jeda dengan memasukkan Christian Pulisic dan Mario Gila. Milan kemudian memperoleh peluang melalui Koni De Winter setelah kerja bagus Alphadjo Cisse, tetapi penyelesaian De Winter dari jarak sekitar delapan meter justru melebar.

Benfica justru mampu memperlebar keunggulan. El Karouani mengirim umpan tarik dari sisi kiri dan Jakub Kaminski menyelesaikannya dengan tembakan keras ke bagian atas gawang dari jarak delapan meter.

Kaminski sebelumnya juga sempat mendapatkan peluang, tetapi tembakannya berhasil diblok. Kali ini, dia mendapatkan ruang cukup terbuka untuk membuat Benfica unggul 2-0.

Milan kembali mencoba mengejar ketertinggalan. Yunus Musah melepaskan tembakan, tetapi gagal mengenai bola dengan sempurna setelah Diego Moreira masuk ke lapangan.

Pulisic juga memberikan ancaman setelah menerima umpan Alexis Saelemaekers. Tembakannya menuju sudut bawah dekat, tetapi Trubin masih mampu melakukan penyelamatan.

Adrien Rabiot kemudian melepaskan tembakan yang masih melambung. Trubin kembali menjadi penghalang Milan setelah menggagalkan tembakan Pulisic dan menepis bola hingga melewati tiang jauh.

Kekalahan ini semakin menyoroti persoalan produktivitas Milan. Statistik menunjukkan hampir seluruh gol Rossoneri musim ini tercipta dalam rentang waktu lima menit, yakni antara menit ke-64 hingga ke-69.

Satu-satunya pengecualian datang dari gol bunuh diri saat menghadapi Venezia. Catatan tersebut menjadi perhatian serius setelah Milan kembali gagal mencetak gol dalam pertandingan melawan Benfica.

Hasil 0-2 ini membuat awal perjalanan Milan di Liga Europa berjalan buruk. Di tengah tekanan setelah dua hasil imbang di Serie A, Ruben Amorim kini harus menghadapi sorotan atas keputusan rotasi serta ketajaman timnya.

Topik Menarik