Persebaya Unggul Duluan tapi Gagal Menang, Bernardo Tavares Bongkar Masalah Green Force di Laga Perdana

Persebaya Unggul Duluan tapi Gagal Menang, Bernardo Tavares Bongkar Masalah Green Force di Laga Perdana

Olahraga | inews | Minggu, 6 September 2026 - 16:37
share

BANDAR LAMPUNG, iNews.id – Persebaya Surabaya gagal meraih kemenangan pada laga perdana Super League 2026-2027 setelah ditahan imbang Bhayangkara Presisi Lampung FC 1-1 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9/2026) sore. Meski sempat unggul lebih dulu melalui Yann Mabella, pelatih Bernardo Tavares mengungkap masalah yang membuat Green Force gagal mempertahankan kemenangan.

Persebaya sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Yann Mabella berhasil membawa Green Force unggul lebih dulu dan membuat tim tamu berada dalam posisi menguntungkan.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir pertandingan. Bhayangkara FC mampu bangkit pada babak kedua dan mencetak gol penyama kedudukan untuk memaksa kedua tim berbagi satu poin.

Bernardo Tavares mengakui pertandingan perdana musim ini berjalan sulit bagi kedua tim. Selain tekanan dari tuan rumah, kondisi cuaca di Lampung juga menjadi tantangan besar bagi para pemain.

"Menurut saya, ini pertandingan yang sulit bagi kedua tim. Cuaca yang sangat panas dan angin yang cukup kencang juga membuat pertandingan semakin berat. Beberapa kali kami kesulitan dalam melakukan passing dan membangun permainan," ujar Bernardo Tavares, dikutip dari situs resmi klub. 

Bhayangkara FC memang tampil dominan sepanjang laga. Tim tuan rumah mencatatkan penguasaan bola hingga 73 persen, sedangkan Persebaya hanya menguasai 27 persen.

Situasi tersebut membuat Persebaya lebih banyak mengandalkan permainan bertahan dan serangan balik. Meski berada dalam tekanan, Green Force tetap mampu menciptakan beberapa peluang untuk mengancam gawang Bhayangkara.


Bernardo Tavares Soroti Penyelesaian Akhir

Persebaya sebenarnya memiliki peluang untuk kembali unggul pada menit-menit akhir pertandingan. Ramadhan Sananta hampir mencetak gol kedua untuk Green Force, tetapi kesempatan tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol.

Menurut Bernardo Tavares, masalah utama Persebaya bukan hanya tekanan lawan, tetapi juga keputusan pemain dalam momen penting pertandingan.

"Kami sebenarnya menciptakan beberapa peluang dan sempat unggul lebih dulu. Sayangnya, pada momen-momen terakhir kami kurang bagus dalam mengambil keputusan sehingga tidak mampu mempertahankan keunggulan," kata Tavares.

Hasil imbang tersebut membuat Persebaya belum mampu membuka musim dengan kemenangan. Padahal, Green Force datang ke Lampung dengan target membawa pulang tiga poin.

Meski kecewa, pelatih asal Portugal itu tetap melihat satu poin sebagai hasil yang masih berharga. Dia memilih fokus melakukan evaluasi dan mempersiapkan tim untuk laga berikutnya.

"Tentu kami sedikit kecewa karena datang ke sini dengan keinginan untuk menang. Namun, sekarang yang paling penting adalah mengembalikan kondisi pemain dan mulai mempersiapkan pertandingan berikutnya," tutur Tavares.

Hasil imbang melawan Bhayangkara FC menjadi evaluasi awal bagi Persebaya di Super League 2026-2027. Green Force selanjutnya akan kembali ke Surabaya untuk menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo.

Dukungan Bonek dan Bonita di kandang sendiri diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi Persebaya untuk memburu kemenangan pertama musim ini.

Topik Menarik