Marco Bezzecchi Rasakan Keanehan saat Berduel dengan Marc Marquez dalam Kecepatan Tinggi di MotoGP Aragon 2026

Marco Bezzecchi Rasakan Keanehan saat Berduel dengan Marc Marquez dalam Kecepatan Tinggi di MotoGP Aragon 2026

Olahraga | okezone | Senin, 31 Agustus 2026 - 08:26
share

ALCANIZ – Marco Bezzecchi merasa ada yang aneh saat berduel dengan Marc Marquez dalam kecepatan tinggi di MotoGP Aragon 2026. Untungnya, mereka berdua tidak mengalami kecelakaan fatal.

Seri ke-13 MotoGP 2026 di Sirkuit MotorLand Aragon, Alcaniz, Spanyol, Minggu 30 Agustus malam WIB, itu diwarnai duel seru di putaran keenam. Marquez dan Bezzecchi melaju berdampingan di trek lurus.

Marc Marquez vs Marco Bezzecchi di MotoGP Aragon 2026 (Foto: Facebook/MotoGP)

Keduanya sama-sama berusaha memasuki tikungan terakhir di depan yang lain. Marquez, yang melesat dari posisi dua, tak mau kalah dengan Bezzecchi dan berusaha mengambil alih pimpinan lomba.

1. Saling Sedot

Saat keduanya melaju bersisian, terlihat motor mereka sempat saling sedot. Bezzecchi merasakan ada yang aneh dengan kuda besi Aprilia RS-GP tunggangannya.

“Ketika kami melaju berdekatan di trek lurus, udara seperti berperilaku aneh. Saya ingin menjauh dari Marquez tetapi terkadang kami berdua malah semakin dekat,” kata Bezzecchi, dikutip dari Crash, Senin (31/8/2026).

“Lalu, saya juga terlalu ke kiri (trek), jadi saya coba untuk mengerem lebih cepat, dan di momen itu, Pedro (Acosta) datang dari sisi kanan dengan laju yang bagus,” sambung pria berpaspor Italia tersebut.

 

2. Puas

Start balapan MotoGP Aragon 2026 (Foto: Facebook/MotoGP)

Ya, Bezzecchi sebetulnya cukup dijagokan untuk menang karena mampu merebut pole position saat kualifikasi. Ia pun sempat memimpin balapan hingga putaran keenam.

Sayangnya, Bezzecchi harus puas finis ketiga setelah kehilangan tempatnya dari Marquez dan Acosta, di momen adu cepat nan aneh tersebut. Pun begitu, ia cukup senang bisa berduel dengan mereka berdua.

“Sayangnya, saya kehilangan tempat. Tapi, itu adalah momen yang menyenangkan. Bahkan ketika saya memimpin, saya melihat laju saya bukanlah yang terbaik,” aku Bezzecchi.

“Saya berusaha membuka jarak tapi saya sahu Marc akan kembali. Sejujurnya, saya ingin membuat hidupnya sedikit lebih sulit, begitu juga dengan Pedro, tapi saya kehilangan posisi dalam hitungan detik!” tutupnya.

Topik Menarik